Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ribuan Siswa Belum Terdaftar di Dapodik Masuk Lewat Jalur Solusi

Ribuan Siswa Belum Terdaftar di Dapodik Masuk Lewat Jalur Solusi
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto meninjau peluncuran program Makan Bergizi Gratis di SMP 1 Makassar, Senin (6/1/2025). (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • Ribuan siswa di Kota Makassar belum terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), memicu kekhawatiran Wali Kota Makassar.
  • Tingginya jumlah siswa yang diterima melebihi kapasitas yang diizinkan pada setiap Rombongan Belajar (Rombel) menjadi penyebab utama masalah ini.
  • Jalur solusi sebagai upaya agar semua anak di Makassar dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, namun mengalami kendala akibat ketidakseimbangan kapasitas sekolah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times - Ribuan siswa di Kota Makassar dilaporkan belum terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Hal ini memicu kekhawatiran Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto, karena berpotensi menghambat hak siswa mendapatkan ijazah di kemudian hari.

Plh Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Nielma Palamba, membenarkan laporan tersebut. Dia menjelaskan bahwa masalah ini disebabkan oleh tingginya jumlah siswa yang diterima melebihi kapasitas yang diizinkan pada setiap Rombongan Belajar (Rombel).

"Para siswa ini merupakan penerimaan tahun ajaran 2024 melalui jalur solusi. Namun, banyak kelas yang kelebihan kapasitas. Seharusnya maksimal 32 siswa per rombel, tetapi ada kelas yang diisi hingga 50 siswa, seperti yang terjadi di SMP 6" kata Nielma, Kamis (16/1/2025).

1. Jalur solusi untuk mengakomodasi semua siswa

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar, Nielma Palamba. (IDN Times/Asrhawi Muin)
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar, Nielma Palamba. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Jalur solusi diterapkan sebagai upaya agar semua anak di Makassar dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Utamanya, bagi mereka yang tidak diterima di sekolah negeri favorit.

Namun, implementasi jalur ini mengalami kendala akibat ketidakseimbangan kapasitas sekolah. Sebagai contoh, banyak sekolah negeri favorit yang penuh sesak, sementara sekolah lain justru kekurangan siswa.

"Tujuannya sebenarnya untuk semua anak harus sekolah. Karena memang kapasitas SD cuma 300 lebih sementara SMP hanya 55 dan orang semua mau negeri dan yang bagus, macam-macam," jelas Nielma.

2. Masalah berulang yang semakin melonjak

Uji coba program makanan bergizi gratis di SD Inpres Tamamaung IV Makassar, Senin (6/1/2025). (IDN Times/Darsil Yahya)
Uji coba program makanan bergizi gratis di SD Inpres Tamamaung IV Makassar, Senin (6/1/2025). (IDN Times/Darsil Yahya)

Nielma menyebutkan bahwa permasalahan serupa sudah terjadi selama dua tahun terakhir. Pada tahun pertama, kondisi ini masih bisa ditoleransi.

Namun, pada tahun ajaran 2024, jumlah siswa yang tidak terdaftar di Dapodik melonjak hingga mencapai 1.323 siswa dari 16 SMP negeri di Makassar.

"Daerah lain juga menghadapi masalah serupa, tetapi mereka lebih cepat berkonsultasi dengan pemerintah pusat. Sedangkan di Makassar, konsultasi sudah dilakukan tetapi tidak dilaporkan ke Wali Kota (Danny Pomanto),”katanya.

3. Siswa terancam tidak terima ijazah

Dewa Ayu Sastari, salah satu siswi SMP Negeri 1 Makassar saat peluncuran program Makan Bergizi Gratis, Senin (6/1/2025). (Dok. Istimewa)
Dewa Ayu Sastari, salah satu siswi SMP Negeri 1 Makassar saat peluncuran program Makan Bergizi Gratis, Senin (6/1/2025). (Dok. Istimewa)

Sebelumnya, Danny Pomanto, mengungkapkan bahwa ribuan siswa di wilayahnya terancam tidak mendapatkan ijazah. Hal ini karena mereka tidak terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). 

Hal itu disampaikan Danny saat menanggapi dugaan adanya sabotase pada peristiwa kebakaran gedung Dinas Pendidikan Kota Makassar pada Sabtu 13 Januari 2025 lalu. Dia mengaku baru mengetahui hal tersebut saat diminta menandatangani laporan.

"Saya dapat ada 2.000-an anak-anak yang tidak masuk Dapodik. Anak-anak terancam tidak ambil ijazah nanti," kata Danny

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
Ashrawi Muin
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More