Polisi: Mahasiswi UNIMA Manado Bunuh Diri, Dalami soal Kekerasan Seksual

- Polda Sulut menyelidiki kasus kematian mahasiswa Unima yang diduga bunuh diri karena depresi.
- Polisi juga mendalami kasus kekerasan seksual dilaporkan oleh keluarga EM, melibatkan Dosen PGSD Unima Danny A Masinambow.
- Saksi mengaku melihat pelecehan yang dilakukan Danny terhadap EM.
Manado, IDN Times - Polda Sulawesi Utara menggelar konferensi pers kasus kematian mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial EM, yang ditemukan gantung diri di indekosnya di Kota Tomohon. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulut, Kombes Pol Suryadi, menegaskan bahwa EM diduga mengalami depresi.
"Karena ada masalah keluarga, studi, dan hubungan asmara," ujar Suryadi, Senin (12/1/2026).
Kesimpulan sementara tersebut berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang melibatkan Polres Tomohon, dokter ahli, saksi, hingga dokumen-dokumen yang didapatkan. Hal ini menjawab dugaan atau kecurigaan yang beredar bahwa EM dibunuh.
1. Periksa laporan kekerasan seksual

Polda Sulut juga masih menangani kasus kekerasan seksual yang dilaporkan oleh keluarga EM. Kasus tersebut menjerat Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unima, Danny A Masinambow, yang diduga beberapa kali melecehkan EM.
"Kami sudah memeriksa 13 saksi termasuk orang tua korban, teman korban, penjaga indekos, Satgas PPKT Unima, BEM Unima, security, hingga dokter ahli," sambung Suryadi.
Danny juga sudah dipanggil oleh kepolisian untuk dimintai keterangan. Hasilnya, ia mengelak melakukan pelecehan terhadap EM.
2. Saksi sebut Danny lakukan pelecehan

Namun, sejumlah saksi mengaku mendapat pengakuan sebaliknya. Seorang saksi menyebut bahwa EM sempat dibawa ke kuburan oleh Danny dan hampir dilecehkan di sana.
Selain itu, ada 2 saksi yang mengaku melihat langsung pelecehan yang dilakukan Danny terhadap EM maupun ke mahasiswa lainnya. Suryadi menyebut pihaknya masih akan mendalami keterangan para saksi.
"Itu hak DM untuk membantah. Tapi keterangan saksi itu tetap akan kami dalami," ungkap Suryadi.
3. Diduga depresi selama 1 tahun

Dalam penyelidikan, penyidik juga menemukan 3 tulisan milik korban. Pertama adalah laporan pelecehan yang dialaminya kepada Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima, serta 2 jurnal harian korban.
"Dalam tulisan tersebut korban mengatakan ada masalah dalam dirinya dan berpesan kepada adik-adik mahasiswa agar semangat kuliah. Ia juga sempat menyinggung bagi siapapun yang ingin berziarah ke kuburannya ketika ia meninggal nanti jangan menggunakan pakaian berwarna pink," jelas Suryadi.
Saat ini, Polda Sulut juga masih menunggu hasil uji laboratorium forensi Bidlabfor Polda Sulut. Beberapa sampel yang diperiksa adalah isi lambung, sampel hapusan vagina, tulisan korban, hingga DNA.
--
Depresi bukanlah persoalan sepele. Jika kamu merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.
Kementerian Kesehatan Indonesia menyarankan masyarakat yang membutuhkan bantuan terkait masalah kejiwaan untuk langsung menghubungi profesional kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Dalam keadaan darurat, berikut ini nomor kontak yang dapat dihubungi.
Jangan Bunuh Diri || telp: (021) 9696 9293 || email: janganbunuhdiri@yahoo.com
Organisasi INTO THE LIGHT || message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) || direct message via Twitter: @IntoTheLightID
Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) Telp. 021-8514389 Website: http://www.skizofrenia.org/
LSM Jangan Bunuh Diri || Telp 021-0696 9293.


















