Pengungsi Banjir di Antang Makassar Terus Bertambah

Makassar, IDN Times - Jumlah warga yang mengungsi di Masjid Jabal Nur, Perumnas Antang Blok 10, Kecamatan Manggala, Makassar, terus bertambah akibat banjir yang terjadi hingga Kamis (18/1/2024).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar, Andi Pangerang Nur Akbar menyebutkan, sampai siang ini ada kurang lebih 150 orang pengungsi di Masjdi Jabal Nur. Jumlah itu bertambah dari sebelumnya 114 orang pada Rabu kemarin.
"Jadi sampai siang ini data kecamatan itu lonjakannya cukup besar 150 orang. Dan ini (berpotensi) bisa bertambah," ungkap Andi Pangerang kepada IDN Times di lokasi.
1. Dinsos Makassar dirikan dapur induk di pengungsian

Andi Pangerang mengaku, di Kecamatan Manggala ada 8 titik pengungsian. Tapi dari 8 titik ini, Masjid Jabal Nur dijadikan sebagai tempat dapur induk untuk para pengungsi.
"Di sini dapur induk, kalau tempat lain (pos pengungsian) kita tidak buka dapur karena semua makanannya kita proses di sini baru nanti kita distribusikan ke sana," terangnya.
Pendirian dapur induk untuk pengungsi, kata Pangerang, dilakukan agar kualitas dan kebersihan makanan bisa terjaga. Selain itu, agar suplai makanan juga bisa disamaratakan.
2. Logistik terus bertambah

Seiring bertambahnya jumlah pengungsi di Masjid Jabal Nur dan 7 titik pengungsian lainnya, lanjut Andi Pangerang, otomatis makanan atau logistik akan ditambah.
"Kita tambah volumenya (logistik) semua. Jadi makanan itu bertambah terus, dan ini yang untuk lain-lain seperti selimut, family kit dan baby kit itu ada," jelas Andi Pangerang.
Selain bantuan logistik yang dipersiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, juga ada logistik dari pihak lain seperti Kodim 1409 Makassar dan Polrestabes Makassar.
3. Pengungsi mulai gatal-gatal

Selama dibukanya 8 titik posko pengungsi banjir di Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Andi Pangerang menyebut sudah ada pengungsi yang mengalami gatal-gatal tetapi langsung ditangani tim medis.
"Di tempat ini (masjid Jabal Nur) sudah ada kemarin (gatal-gatal) tapi sudah tertangani, ada juga balita gatal tapi sudah ditangani di puskesmas dan di sini juga kita siapkan tim medis," tambah Andi Pangerang Nur Akbar.



















