Pemuda Bulukumba Demo di Bawaslu Sulsel, Lempar Telur-Blokade Jalan

- Demo massa di Kantor Bawaslu Sulsel meminta peningkatan status laporan dugaan pelanggaran Pilkada Bulukumba yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).
- Massa menyebut adanya bukti money politic berupa amplop berisi uang Rp 50 ribu dari paslon nomor urut 2, A Muchtar Ali Yusuf-A Edy Manaf.
- Massa meminta Bawaslu agar mendiskualifikasi paslon nomor urut 2 dan mengecam tindakan pelanggaran yang terjadi dalam Pilkada Bulukumba 2024.
Makassar, IDN Times - Kantor Bawaslu Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terletak di Jl AP Pettarani Makassar, Kelurahan Buakana, Kecamatan Rappocini, Makassar didemo massa dari Aliansi Pemuda Bulukumba Pemerhati Demokrasi, Rabu (4/12/2024) sore.
Tak hanya melakukan orasi secara bergantian, massa aksi juga memblokade Jl AP Pettarani pas di depan Kantor Bawaslu Sulsel dengan membakar ban bekas di tengah jalan, serta melempari Kantor Bawaslu Sulsel dengan telur.
1. Massa aksi sebut terjadi TSM di 7 kecamatan

Jenderal Lapangan Aksi, Andi Armayudi Syam, mengatakan aksi yang mereka lakukan untuk meminta Komisioner Bawaslu Sulsel agar menaikkan status laporan dugaan pelanggaran di Pilkada Bulukumba yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM) yang terjadi di 7 kecamatan.
"Kami meminta Bawaslu harus menaikkan status laporan ini untuk diselidiki karena kami mengganggap bahwa bukti dan saksi sudah ada, sehingga marwah Bawaslu harus memperlihatkan di mana Bawaslu sebagai lembaga penegak demokrasi di Sulsel," ucap Armayudi kepada awak media di lokasi.
2. Tuduh salah satu paslon lakukan money politic

Armayudi menyebut, bawah sejumlah bukti pelanggaran Pilkada Bulukumba diantaranya berupa amplop berisikan uang Rp 50 ribu, yang menurut saksi amplop itu dari paslon nomor urut 2, yakni A Muchtar Ali Yusuf-A Edy Manaf.
"Kami menguji integritas Bawaslu hari ini bagaimana mengungkap kasus ini. Karena kami menganggap bahwa kasus money politic ini sudah lengkap, tinggal Bawaslu bagaimana laporan ini ditindaklanjuti," ungkapnya.
3. Demonstran minta salah satu paslon didiskualifikasi

Bahkan secara tegas, Armayudi meminta kepada Bawaslu Sulsel agar mendiskualifikasi paslon nomor urut 2, A Muchtar Ali Yusuf-A Edy Manaf karena diduga melakukan praktik money politic dalam Pilkada Bulukumba 2024 ini.
"Kami meminta paslon ini (A Muchtar Ali Yusuf-A Edy Manaf) didiskualifikasi karena jelas dalam undang-undang. Jika merujuk dari undang-undang dan bukti yang ada, kami meminta Bawaslu jangan main-main dalam persoalan ini," tegasnya.
4. Pengendara motor nyaris diamuk massa aksi

Dalam aksi ini, seorang pegendara sepeda motor nyaris diamuk oleh massa aksi karena menerobos blokade sehingga massa aksi mengejarnya.
Beruntung pihak kepolisian yang berjaga di lokasi sigap melerai massa agar tidak melakukan aksi kekerasan terhadap pengendara sepeda motor tersebut.
Diketahui, ada dua paslon bertarung di Pilkada Bulukumba 2024. Andi Utta-Edy Manaf serta Jamaluddin M Syamsir dan Tomy Satria Yulianto. Mereka memperebutkan suara di 10 kecamatan.
Paslon bupati yang diusung oleh Tim Harapan Baru tageline Andi Utta-Andi Edy Manaf meraih suara total 139.447 suara dengan presentase 63,25 persen.
Sedang pasangan Jamaluddin M Syamsir-Tomy Satria Yulianto memperoleh 81.023 suara dengan presentase 36,75 persen.
Selisih suara antara kedua pasangan mencapai 69.460 suara.



















