Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemkot Makassar Bagikan Seragam Gratis Siswa Awal September
Seorang siswa baru SMP saat Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memakaikan seragam sekolah, Senin (21/7/2025). (Dok. Humas Pemkot Makassar)
  • Pemkot Makassar menargetkan pembagian seragam gratis untuk siswa baru SD dan SMP paling lambat awal September 2026, meski sempat mundur satu bulan dari jadwal semula.
  • Skema pengadaan dipisah antara kain dan jasa jahit agar UMKM penjahit lokal bisa ikut terlibat, dengan tetap mengikuti aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
  • Program dibiayai APBD dan memakai kontrak payung untuk menjaga stabilitas harga serta volume pengadaan selama setahun, memastikan seragam gratis segera diterima siswa baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar menargetkan pembagian seragam sekolah gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP paling lambat pada awal September 2026. Saat ini, proses pengadaan telah memasuki tahap jasa jahit setelah pengadaan kain selesai.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, mengatakan target penyelesaian program seragam gratis bergeser sekitar satu bulan dari jadwal semula. Menurutnya, perubahan jadwal tersebut terjadi karena seluruh tahapan harus mengikuti mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah.

"Mudah-mudahan paling lambat awal September semuanya sudah rampung. Memang ada keterlambatan sekitar satu bulan, tetapi seluruh proses harus mengikuti regulasi dan terus kami monitor," kata Zulkifly, Minggu (19/7/2026).

1. Skema pengadaan diubah agar UMKM penjahit ikut terlibat

Seorang siswi baru SD tampak tenang saat Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memakaikan seragam sekolah, Senin (21/7/2025). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Zulkifly menjelaskan tahun ini Pemkot Makassar menerapkan skema pengadaan yang berbeda dengan memisahkan pengadaan kain dan jasa jahit. Hal tersebut agar proses pengadaan lebih efektif sekaligus memberi kesempatan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) penjahit di Kota Makassar untuk terlibat.

Meski membuka peluang bagi UMKM untuk terlibat, Pemkot tetap menerapkan ketentuan dalam proses pengadaan. Zulkifly menegaskan seluruh penjahit harus memenuhi persyaratan administrasi sesuai aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

"Kita ingin merangkul penjahit UMKM, tetapi mereka tetap harus memenuhi persyaratan pengadaan barang dan jasa. Semua harus berjalan sesuai aturan," katanya.

2. Seluruh siswa baru SD dan SMP akan menerima seragam gratis

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyerahkan seragam sekolah gratis kepada siswa baru, Senin (21/7/2025). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Program seragam gratis ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar. Program tersebut juga menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Makassar yang pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan.

Menurut Zulkifly, seluruh siswa baru jenjang SD dan SMP akan menerima bantuan seragam sekolah. Pada tahap awal, setiap siswa akan memperoleh satu stel seragam, sementara penambahan satu stel lagi akan diupayakan melalui APBD Perubahan.

"Semua siswa baru jenjang SD dan SMP akan mendapatkan seragam gratis. Pada tahap awal, setiap siswa menerima satu stel seragam. Selanjutnya, kami mengupayakan penambahan satu stel lagi melalui APBD Perubahan," katanya.

3. Pemkot gunakan kontrak payung untuk menjaga harga tetap stabil

Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, memberikan penjelasan terkait program seragam sekolah gratis di Balai Kota Makassar, Kamis (10/7/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Selain itu, Pemkot Makassar menerapkan pola pengadaan melalui skema kontrak payung. Skema tersebut bertujuan menjaga kepastian harga dan volume pengadaan selama satu tahun.

"Skema kontrak payung ini diterapkan agar harga dan volume pengadaan bisa terkunci selama satu tahun, sehingga tidak terjadi perubahan harga di tengah proses pelaksanaan," kata Zulkifly.

Dia berharap seluruh tahapan pengadaan dapat selesai sesuai target sehingga seragam gratis bisa segera diterima siswa baru. Saat ini, para siswa baru telah menyelesaikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar secara efektif pada tahun ajaran 2026/2027.

Curated For You

Editorial Team

Related Article