Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Makassar Siaga Cuaca Ekstrem, Wali Kota Imbau Warga Batasi Aktivitas

Warga menerobos banjir yang merendam area permukiman di Keluraham Katimbang, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (12/1/2026). (FOTO/Arnas Padda)
Warga menerobos banjir yang merendam area permukiman di Keluraham Katimbang, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (12/1/2026). (FOTO/Arnas Padda)

Makassar, IDN TimesCuaca ekstrem kembali menyelimuti Kota Makassar. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang disertai angin kencang terjadi dalam beberapa hari terakhir dan memicu berbagai potensi risiko, mulai dari banjir, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas warga.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada wilayah daratan, tetapi juga kawasan pesisir dan kepulauan. Pemerintah Kota Makassar pun meningkatkan kewaspadaan dengan menetapkan status siaga serta mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, khususnya saat beraktivitas di luar rumah dan di jalan raya.

1. Pemkot Makassar tetapkan status siaga

IMG-20260120-WA0074.jpg
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberi sambutan dalam Workshop APEC Pengelolaan Kesehatan Anak di The Rinra Hotel, Selasa (20/1/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan pemerintah kota telah mengambil langkah antisipatif untuk menghadapi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi meluas. Status siaga ditetapkan guna memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.

“Pemerintah Kota Makassar, sudah menetapkan status siaga demi mengantisipasi potensi dampak yang lebih luas. Ini juga keselamatan warga,” jelas Munafri kepada awak media di kantor Balai Kota Makassar, Rabu (21/1/2026).

Penetapan status siaga ini juga sejalan dengan informasi dan prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG menyebutkan wilayah Makassar dan sekitarnya masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang disertai angin kencang dalam beberapa hari ke depan.

2. Wali Kota minta warga batasi aktivitas

Hujan
Ilustrasi hujan. (IDN Times/Ayu Afria)

Munafri menilai kondisi cuaca saat ini tergolong berbahaya. Salah satu indikatornya adalah banyaknya pohon tumbang di sejumlah titik, bahkan hingga tercabut dari akarnya akibat terpaan angin kencang.

“Cuaca saat ini relatif ekstrem. Kalau kita lihat, pohon-pohon yang tumbang itu bukan hanya patah, tapi terangkat sampai akar-akarnya,” tuturnya.
“Ini artinya kita butuh kewaspadaan ekstra. Hari ini Makassar berada dalam posisi siaga,” sambung Munafri.

Atas kondisi tersebut, ia meminta masyarakat untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di luar rumah jika tidak mendesak. Menurutnya, keselamatan warga harus lebih diutamakan dibandingkan aktivitas harian yang bisa ditunda.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak memaksakan keluar rumah di tengah cuaca yang sangat ekstrem demi keselamatan bersama,” imbuh politisi Golkar itu.

Selain warga, seluruh jajaran pemerintah di tingkat kewilayahan, khususnya camat dan lurah, juga diminta aktif memantau kondisi lingkungan masing-masing agar respons cepat bisa dilakukan saat terjadi kondisi darurat.

3. Gelombang tinggi mengancam pesisir dan kepulauan

Ilustrasi ombak menerjang wilayah pesisir. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi ombak menerjang wilayah pesisir. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Tidak hanya wilayah daratan, perhatian khusus juga diberikan kepada kawasan pesisir dan kepulauan. Munafri mengimbau nelayan dan warga yang beraktivitas di laut untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi perairan Selat Makassar dilaporkan mengalami gelombang cukup tinggi.

Pemerintah Kota Makassar juga menginstruksikan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pekerjaan Umum (PU), agar siaga penuh di titik-titik rawan. Termasuk kawasan yang kerap mengalami genangan air, saluran drainase bermasalah, serta area dengan potensi pohon tumbang.

Munafri memastikan pemantauan wilayah kepulauan terus dilakukan secara intensif melalui koordinasi dengan aparat setempat. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keselamatan warga, khususnya yang berada di pulau-pulau.

“Iya, kami akan memastikan laporan dari wilayah, termasuk Pak Camat dan Pak Lurah di Pulau. Kami perlu melihat apa yang harus dilakukan segera kepentingan keselamatan masyarakat,” katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

DVI Pastikan Jenazah Korban ATR di Bulusaraung Deden Maulana

22 Jan 2026, 11:07 WIBNews