Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Listrik Padam Bergilir, Mahasiswa Desak GM PLN Sulselrabar Mundur

Kota Makassar
Listrik Padam Bergilir, Mahasiswa Desak GM PLN Sulselrabar Mundur
Orator dari kelompok Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Makassar saat menggelar unjuk rasa di depan Kantor PLN UID Sulselrabar, Kamis (3/9/1016). IDN Times/Darsil Yahya
  • Gerakan Aktivis Mahasiswa menggelar unjuk rasa di Kantor PLN UID Sulselrabar, Makassar.
  • Massa menuntut penghentian pemadaman bergilir dan kompensasi bagi masyarakat terdampak.
  • GAM mendesak General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengundurkan diri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah masyarakat terdampak pemadaman perlu kompensasi?
Share Article

Makassar, IDN Times - Kelompok Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) UID Sulselrabar di Jalan Letjen Hertasning, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (3/9/2026).

Mereka menuntut agar PLN UID Sulselrabar untuk segera menghentikan pemadaman listrik secara bergilir dan memberikan kompensasi terhadap masyarakat yang terdampak serta mendesak agar mecopot General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah.

Dalam aksinya, GAM membakar ban bekas tepat di depan PLN UID Sulselrabar dan membantangkan spanduk bertuliskan "Tagihan Tak Pernah Bergilir Tapi Listrik Dipadamkan Bergilir" sebagai bentuk protes atas permasalahan yang terjadi.

  1. 1. Mahasiswa sebut pemadaman bergilir tidak bisa dianggap sepele

    Kelompok Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Makassar menggelar unjuk rasa di depan Kantor PLN UID Sulselrabar, Kamis (3/9/1016). ID
    Kelompok Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Makassar menggelar unjuk rasa di depan Kantor PLN UID Sulselrabar, Kamis (3/9/1016). IDN Times/Darsil Yahya

    Tak hanya itu, salah satu orator juga tampak berdiri di atas pagar untuk menyampaikan aspirasinya. Sementara pihak keamanan atau sekuriti PLN UID Sulselrabar berjaga di belakang gerbang agar massa tidak merangsek masuk ke kantor PLN.

    Panglima GAM, Fajar Wasis mengatakan, aksi yang dilakukan merupakan bentuk kekecewaan dan protes terhadap persoalan pemadaman listrik secara bergilir yang dilakukan PLN UID Sulselrabar yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

    "Pada hari ini, kami dari Gerakan Aktivis Mahasiswa kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN Sulselrabar karena persoalan pemadaman bergilir tidak bisa dianggap sepele oleh pihak PLN Sulselrabar," kata Fajar Wasis saat ditemui di sela-sela aksinya.

  2. 2. Pemadaman bergilir dinilai berdampak pada UMKM

    Kelompok Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Makassar menggelar unjuk rasa di depan Kantor PLN UID Sulselrabar, Kamis (3/9/1016). ID
    Kelompok Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Makassar menggelar unjuk rasa di depan Kantor PLN UID Sulselrabar, Kamis (3/9/1016). IDN Times/Darsil Yahya

    Menurutnya, pemadaman listrik secara bergilir sangat dapat berdampak terhadap perekonomian, baik secara lokal maupun nasional. Fajar mengklaim banyak pelaku UMKM yang kemudian dirugikan akibat kebijakan pemadaman listrik tersebut.

    "Kami membawa dua tuntutan utama. Pertama, kami meminta pihak PLN Sulselrabar segera menghentikan pemadaman listrik secara bergilir. Kedua, kami meminta PLN Sulselrabar memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak akibat pemadaman listrik," tegasnya.

  3. 3. Desak GM UID PLN Sulselrabar bertanggung jawab

    Orator dari kelompok Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Makassar menggelar unjuk rasa di depan Kantor PLN UID Sulselrabar, Kamis (3/9/1016). ID
    Kelompok Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Makassar saat unjuk rasa di depan Kantor PLN UID Sulselrabar, Kamis (3/9/1016). IDN Times/Darsil Yahya

    Bahkan, keompok GAM juga meminta secara tegas agar General Manager PLN Sulselrabar Edyansyah untuk mengundurkan diri dari jabatannya karena dinilai tidak becus menjalankan amanah dan bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

    "Dalam konteks pertanggungjawaban jabatan, kegagalan berulang dalam menjamin pelayanan kelistrikan yang andal tidak sepatutnya hanya berakhir pada penjelasan mengenai penyebab pemadaman. Harus terdapat bentuk pertanggungjawaban yang nyata dan terukur, yaitu mengundurkan diri dari jabatannya," pungkasnya.

    IDN Times telah berupaya mengonfirmasi Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, terkait tuntutan yang disampaikan oleh kelompok mahasiswa. Namun, permintaan konfirmasi tidak ditanggapi oleh Niki.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More