Lindungi Istri Hamil 8 Bulan, Suami di Makassar Luka Parah Tertimpa Atap

- Kejadian terjadi saat pasutri sedang tidur di indekostnya.
- Kedua korban dilarikan ke RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk mendapatkan perawatan.
- Suami lindungi istri yang hamil 8 bulan dari reruntuhan atap yang roboh.
Makassar, IDN Times - Pasangan suami istri (pasutri) bernama Muh Raihan Arsal dan Nur Aisyah Bahar terpaksa dilarikan ke rumah sakit usai terluka akibat tertimpa atap beton yang roboh di indekostnya, Minggu (1/11/2026) sore. Robohnya atap tersebut dipicu cuaca ekstrem yang melanda Kota Makassar beberapa hari terakhir.
Insiden yang menimpa kedua korban terjadi saat mereka sedang tidur di indekostnya yang berlokasi di Pondok Puang Sabri di Jalan Keindahan 12 Perumahan Bumi Tamalanrea Permai, Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea.
Table of Content
1. Saat kejadian korban sedang tidur

Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar, Ismail Abdullah, mengatakan pihaknya mendapatkan laporan pada pukul 15.30 Wita tentang pasutri yang tertimpa reruntuhan bangunan.
Posko Damkar BTP langsung merespons laporan itu dan menuju ke TKP melakukan evakuasi "Korbannya ada dua orang yang sedang tertidur saat kejadian. Satu laki-laki dan satu perempuan. Mereka suami istri ya," ucap Ismail Abdullah kepada awak media, Minggu.
2. Kedua korban dilarikan ke RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar

Ismail mengaku saat peristiwa itu terjadi, wilayah indekostnya berada memang diterjang angin kencang yang mengakibatkan salah satu bangunan atapnya roboh. Sehingga dindingnya juga ikut roboh dan menimpa kedua korban. Akibat kejadian tersebut, sang suami mengalami luka parah akibat tertimpa atap beton.
Sementara sang istri hanya luka ringan. Kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk mendapatkan perawatan. "Tadi istrinya bisa ditarik segera, yang parah ini suaminya. Tapi Alhamdulillah tadi sudah dari tim gabungan, dari Damkar, SAR, BPBD, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa hadir mengevakuasi korban," ucapnya.
3. Sang suami lindungi istri yang hamil 8 bulan

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pengendali Operasi Penyelamatan Damkarmat Makassar Idham Khalid mengatakan proses evakuasi berlangsung satu jam dengan menggunakan spreader bolt, cutter manual, hooligan tools dan tali webbing.
"Proses evakuasi dimulai pukul 16.06 Wita, dilakukan dengan sangat hati-hati dengan mengutamakan keselamatan korban. Alhamdulillah korban akhirnya berhasil di evakuasi dengan keadaan selamat pada pukul 17.00 Wita," kata Idham.
Idham menuturkan, saat kejadian sang suami berusaha melindungi istrinya dari reruntuhan, mengingat sang istri tengah mengandung dengan usia 8 bulan.
"Keterangan dari istri korban, suaminya melindunginya dari reruntuhan sehingga istri yang sedang hamil atau mengandung 8 bulan bisa selamat dan keluar dari titik reruntuhan," tandas Idham.


















