Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kebakaran Disdik Makassar Diduga Sabotase, Danny Serahkan ke Polisi
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, Selasa (14/1/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin).

Makassar, IDN Times - Beredar spekulasi unsur sabotase pada kebakaran Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar. Menanggapi itu, Wali Kota Makassar M. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menegaskan bahwa kasus ini sepenuhnya menjadi ranah kepolisian untuk diusut tuntas.

"Kita serahkan ke pihak kepolisian (soal dugaan sabotase). Itu maksudnya ini ranahnya kepolisian. Saya berharap ini bisa tuntas setuntas-tuntasnya," kata Danny di Balai Kota Makassar, Selasa (14/1/2025).

1. Dokumen penting yang terbakar segera dipulihkan

Anggota Labfor Polda Sulsel membawa satu kantong barang bukti usai olah TKP di lokasi kebakaran gedung Disdik Makassar, Selasa (14/1/2025). IDN Times /Darsil Yahya

Kebakaran ini menyebabkan sejumlah dokumen penting, termasuk arsip administrasi yang turut hangus. Danny menegaskan bahwa pemulihan arsip menjadi prioritas utama, terutama menjelang pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Surat-surat yang terbakar, saya tany, hukum ada arsipnya semua. Itu segera harus dipulihkan kembali administrasi yang terbakar karena sebentar lagi ada pemeriksaan," kata Danny.

2. Spekulasi terkait Dapodik dan polemik internal

Kondisi kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar setelah kebakaran, Sabtu (11/1/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Kebakaran ini memicu spekulasi yang menghubungkannya dengan permasalahan internal di Dinas Pendidikan. Salah satu masalah yang muncul adalah ribuan siswa yang tidak terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang berpotensi menghalangi mereka untuk mendapatkan ijazah.

"Begitu, kan saya suruh usut itu. Salah satunya soal Dapodik, anak-anak yang tidak terdaftar Dapodik. Itu kan bisa-bisa anak-anak tidak dapat ijazah itu. Dianggap anak illegal, padahal resmi," ungkap Danny.

Spekulasi semakin memanas setelah adanya konflik internal di Dinas Pendidikan, termasuk dugaan pelanggaran disiplin berat oleh beberapa pejabat termasuk eks kepala dinas. Namun, Danny menegaskan bahwa semua dugaan harus dibuktikan melalui investigasi.

"Itu wajar-wajar saja (dikaitkan), saya juga sama melihat itu. Kenapa? Saya mengganti kadisnya karena ada memang dua perintah yaitu, perintah dari BKN sendiri dan kebetulan pelanggaran disiplin berat," kata Danny.

3. Polisi terus selidiki penyebab kebakaran

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana. (IDN Times/Asrhawi Muin).

Hingga saat ini, kepolisian telah memeriksa tujuh saksi untuk mendalami penyebab kebakaran. Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menyebut penyelidikan masih berlangsung untuk menentukan apakah kebakaran ini murni musibah atau ada unsur pidana.

"alau ada kebakaran kan, kita tentu menyelidiki apa sih penyebab kebakarannya. Adakah dugaan pidana atau nggak? Kalau nggak ada ya kita anggap satu hal yang itu musibah. Tapi kalau ada ya, nanti kita  telusuri," kata Arya.

Editorial Team

Related Article