Juara Umum Pimnas 38, Rektor Unhas: Kampus Timur Juga Bisa!

- Unhas meraih 15 medali emas dan mempertahankan Piala Adhikarta Kertawidya di Pimnas ke-38.
- Unhas langsung persiapkan untuk Pimnas ke-39 dan tetap targetkan juara umum, membuktikan kualitas kampus Timur.
- Wakil Rektor Unhas mengajak seluruh tim untuk menjaga tradisi prestasi Unhas, sebagai hasil dari kerja keras selama satu tahun.
Makassar, IDN Times - Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, merasa sangat bangga dan bersyukur mahasiswanya menorehkan catatan emas setelah berhasil menjadi juara umum Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-38. Kemenangan ini juga sekaligus membuat Unhas mempertahankan Piala Adhikarta Kertawidya.
"Ini adalah pembuktian bukan hanya untuk Unhas, tapi juga untuk kita (mahasiswa) di wilayah Timur bahwa kita juga bisa," ucap Prof Jamaluddin Jompa kepada awak media dalam kegiatan Homecoming Pimnas ke-38 yang dirangkaikan dengan Welcome Dinner di Unhas Hotel and Convention, Minggu, (30/11/2025).
1. Unhas mampu membuktikan kualitas dengan meraih 15 medali emas.

Menurut Prof JJ, sapaan akran Rektor Unhas, Pimnas ke-38 sangat kompetitif karena bersaing dengan universitas ternama di Indonesia, seperti UGM, ITB, dan berbagai kampus besar lainnya. Meski demikian Unhas berhasil membuktikan kualitasnya dengan keluar sebagai juara umum.
"Malam ini melengkapi rasa syukur, rasa bangga, dan juga ucapan terima kasih kami kepada seluruh delegasi yang telah memberi piala yang kita tahu bersama, ini tidak mudah menyisihkan universitas raksasa itu adalah pekerjaan yang terlalu berat, tapi Unhas telah bisa membuktikan itu dengan meyakinkan, dengan medali yang jumlahnya sangat besar, 15 dibandingkan dengan dibawahnya hanya 7 atau 8, dua kali lipat," ujarnya.
Unhas keluar sebagai juara umum setelah mendominasi dua kategori penilaian utama, yakni Poster dan Presentasi. Pada Kategori Poster, mahasiswa Unhas mengamankan 6 medali emas, 7 perak, dan 2 perunggu.
Sementara dalam kategori presentasi, Unhas tampil mengesankan dengan perolehan 9 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Raihan medali ini mengukuhkan Unhas sebagai juara umum dan memastikan Piala Adhikarta Kertawidya kembali terpajang megah di Kampus Merah.
2. Langsung persiapan untuk Pimnas ke-39, tetap targetkan juara umum

Prof JJ menyatakan bahwa kemenangan ini sangat bermakna sekaligus untuk meyakinkan orang-orang yang mungkin selama ini kurang percaya diri bahwa kampus di wilayah Timur tidak mampu bersaing dengan kampus yang berada di wilayah Barat Indonesia.
"Bagi saya kemenangan ini adalah untuk juga meningkatkan rasa percaya diri, bahwa dominasi perguruan tinggi besar selama ini yang hanya ada di wilayah Barat, sekarang kita bisa rubah bahwa ternyata dengan kerja keras ini kita juga bisa, kawasan Timur juga bisa," ungkapnya bangga.
Meski baru saja meraih juara, Unhas langsung mempersiapkan untuk Pimnas ke-39. Rencannya Pimnas berikutnya bakal digelar di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) dan Unhas tetap menargetkan juara umum.
"Sudah persiapan mulai besok, jadi tentu ini adalah bagian dari proses yang memang dijaga oleh Unhas. Karena kita punya struktur dan kita tidak muluk-muluk untuk menargetkan bahwa di Pimnas ke-39 insyallah Unhas akan mempertahankan juara ini. Pimnas ke- 39 Inshaallah (Unhas) juara lagi, tuturnya.
Prof JJ menambahkan kompetisi ini penting untuk mengangkat daya kreativitas, inovasi mahasiswa, bukan hanya bersaing di dalam negeri tapi juga di kancah internasional.
"Tentu universitas lain akan mulai juga menyiapkan target-targetnya. Tapi bagi kami kompetisi ini penting untuk mengangkat daya kreativitas, inovasi, anak-anak kita, saudara-saudara kita, kalangan mahasiswa, karena sesungguhnya ke depan kualitas sumber daya manusia Indonesia harus bisa bersaing di level global, di level internasional," tandasnya.
3. Menjaga tradisi prestasi Unhas

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, mengajak seluruh tim untuk terus menjaga tradisi prestasi Unhas.
“Apa yang direncanakan dengan matang, dapat kita raih. Prestasi ini adalah buah dari kerja keras selama satu tahun, bukan waktu yang singkat. Inilah persembahan kita kepada kampus merah Universitas Hasanuddin,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan apresiasi secara simbolis kepada mahasiswa dan dosen pendamping yang telah berperan dalam proses pembinaan, pendampingan, dan kompetisi hingga mencapai prestasi di Pimnas ke-38. Penghargaan ini merupakan wujud pengakuan atas kerja keras dan kontribusi mereka dalam mengharumkan nama Universitas Hasanuddin di tingkat nasional.


















