Jasad Florencia Wibisono Pramugari ATR 42-500 Dimakamkan di Minahasa

- Florencia Wibisono, pramugari ATR 42-500 yang meninggal, aktif berkomunikasi dengan keluarga di Minahasa dan terakhir pulang tahun lalu.
- Sebelum kecelakaan, Florencia sempat video call ibunya, meminta doa agar penerbangannya lancar, membuat ibunya histeris saat mengetahui kecelakaan.
- Florencia berpengalaman 14 tahun sebagai pramugari, mahasiswa UPH jurusan Komunikasi dengan metode PJJ kelas karyawan, dan memiliki rencana menikah tahun ini.
Manado, IDNTimes - Pramugari Florencia Lolita Wibisono (33) menjadi salah satu korban tewas dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Jenazahnya dibawa ke Jakarta terlebih dahulu sebelum akhirnya dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
"Dimakamkan di Minahasa. Perkiraan Jumat sore sudah tiba," ujar seorang kerabat Florencia di Minahasa, Mey Porayouw, Rabu (21/1/2026).
Jenazah perempuan yang akrab disapa Olen ini rencananya akan diterbangkan ke Manado pada Jumat (23/1/2026). Kemudian pemakaman akan berlangsung pada Sabtu (24/1/2026) pagi.
1. Mendiang aktif berkomunikasi dengan ibunya di Minahasa

Meski sudah lebih dari 14 tahun merantau ke Jakarta, Florencia tak pernah absen menghubungi ibunya, Neltje Maramis, yang tinggal di Minahasa. Bahkan ia disebut rutin berkomunikasi dengan ibunya.
Selain itu, keluarga besar di Minahasa juga sering video call bersama-sama. "Tidak menentu memang waktunya, tapi kalau ada waktu luang dia pasti telepon," ujar tante Florencia, Fonneke Sjulita Mandang.
Florencia sendiri dikabarkan terakhir pulang ke Sulut tahun lalu. Saat itu ia masih beberapa kali melayani penerbangan Jakarta-Manado.
2. Sempat pamit ke ibu sebelum penerbangan nahas

Sebelum bertugas dalam penerbangan Yogyakarta-Makassar, Florencia juga sempat video call ibunya. Di tengah percakapan, Florencia disebut terdiam dan hanya memandang Neltje sambil tersenyum.
Lantas ia berpamitan dan meminta doa kepada ibunya agar penerbangannya diberi kelancaran. Kenangan itu membuat Neltje histeris saat mengetahui nama anaknya ada dalam daftar manifest penerbangan.
"Dia (Neltje) jadi ingat dan histeris begitu karena mungkin merasa itu cara Olen berpamitan. Di situ saya tenangkan," terang Sjuli.
3. Profil singkat Florencia Lolita Wibisono

Florencia Wibisono berpengalaman sebagai pramugari selama 14 tahun di Wings Air. Ia baru pindah ke Indonesia Air Transport pada akhir tahun 2025.
Selain bekerja sebagai pramugari, Florencia juga tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH). Ia mengikuti kuliah dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) kelas karyawan.
Selain itu, Florencia juga disebut memiliki seorang kekasih yang berprofesi sebagai pilot. Keduanya berencana menikah tahun ini.

















