Jangan Salah Beli, 289 Ekor Sapi di Makassar Tidak Layak Dikurban

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar memeriksa hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah di lapak-lapak pedagang di daerahnya. Hasilnya, pemeriksaan periode 23-26 Juni 2023, ditemukan ratusan hewan tidak layak kurban.
Menurut data Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, selama periode tersebut tercatat ada 289 ekor sapi tidak layak kurban dari 2.535 sapi yang telah diperiksa secara ante mortem, ada ada 2.789 ekor yang dinyatakan layak kurban.
Selain sapi, petugas juga memeriksa kambing. Dari 300 ekor yang diperiksa, sebanyak 233 ekor dinyatakan layak dan 67 ekor tidak layak.
1. Hewan kurban harus dipastikan kelayakannya

Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Evy Apriati, mengatakan hewan-hewan ini harus diperiksa untuk memastikan kelayakannya sebagai hewan kurban. Pemeriksaan ante mortem ini merupakan pemerksaan klinis fisik sebelum hewan disembelih.
"Ada pengambilan sampel darah sebelum hewan kurban disembelih untuk mengetahui apakah hewan kurban layak dan memenuhi syarat kesehatan hewan dan secara syariat Islam,” kata Evy, Senin (26/6/2023).
2. Ratusan sampel hewan kurban diperiksa di laboratorium

Dari total populasi sapi dan kambing yang diperiksa tersebut, ada 209 ekor yang diambil sampelnya untuk diperiksa di laboratorium. Namun hasil pemeriksaan laboratorium untik hewan-hewan itu belum keluar.
Kemudian, dari total sapi dan kambing yang dinyatakan tidak layak yaitu 356 ekor. Dari jumlah tersebut, ada 291 ekor belum cukup umur, 31 ekor cacat dan 34 ekor sisanya karena faktor lain.
3. Tim pemeriksa kesehatan hewan kurban telah disebar

Pada 22 Juni 2023 lalu, Pemkot Makassar telah melepas tim terpadu pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban secara simbolis di Balai Kota, Kamis (22/6/2023). Tim ini disebar ke berbagai titik di Kota Makassar, utamanya lokasi yang menjadi titik penjualan hewan kurban seperti Kecamatan Manggala.
Tim tersebut melibatkan perwakilan dari Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Fakultas Kedokteran Hewan Unhas, Fakultas Peternakan Unhas, Universitas Bosowa Makassar, Universitas Islam Negeri, dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia.
Mereka memeriksa kondisi fisik hewan kurban. Apabila tim menemukan ada hewan yang bergejala kurang sehat, maka diperiksa lebih lanjut. Hewan yang bergejala tidak sehat langsung dipisahkan dari kelompoknya dan diperiksa secara detail mulai dari airu liur dan sampel darah.



















