Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Viral Sekelompok Orang Minum Oli, Ini Dampak Kesehatannya

Viral Sekelompok Orang Minum Oli, Ini Dampak Kesehatannya
Cuplikan rekaman video viral sekelompok orang meminum oli sepeda motor. (Dok. IDN Times)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Video viral di Kendari menampilkan sekelompok pria meminum oli mesin dua tak yang diklaim sebagai terapi kesehatan, namun aksi ini menuai perhatian publik dan kritik medis.
  • Dokter menegaskan tidak ada dasar ilmiah bahwa oli bermanfaat bagi tubuh; kandungan kimianya justru bisa menyebabkan keracunan, gagal hati, gangguan ginjal, hingga kematian.
  • Masyarakat diimbau tidak mudah percaya pada klaim kesehatan tanpa bukti ilmiah dan disarankan berkonsultasi ke tenaga medis jika mengalami keluhan kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times – Video sejumlah pria menenggak oli mesin 2 tak viral di media sosial dan memicu reaksi publik. Aksi tersebut diklaim sebagai “terapi kesehatan” yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Dalam video yang beredar, terlihat lima pria duduk melingkar sambil mengonsumsi cairan berwarna merah yang diduga oli. Dilaporkan peristiwa itu terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, meski belum ada kepastian soal lokasi dan waktu kejadiannya.

Dalam rekaman tersebut, salah satu pria membuka botol oli menggunakan tang, lalu menuangkannya ke tutup botol sebelum diminum. Cairan itu kemudian dipindahkan ke gelas air mineral dan dikonsumsi secara bergantian oleh mereka.

1. Tidak memiliki dasar medis dan justru berbahaya

dr. M. Jabal Nur, dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Hermina Makassar. (Dok. IDN Times)
dr. M. Jabal Nur, dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Hermina Makassar. (Dok. IDN Times)

Narasi yang menyertai video menyebutkan bahwa konsumsi oli diyakini memiliki manfaat bagi kesehatan. Namun, klaim tersebut dinilai sebagai kekeliruan yang berpotensi membahayakan masyarakat, terutama jika ditiru tanpa pemahaman yang benar. Hal itu disampaikan dr. M. Jabal Nur, dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Hermina Makassar, Sulawesi Selatan.

"“Itu jelas misinformasi. Tidak ada dasar ilmiah yang menyebutkan mengonsumsi oli berdampak baik bagi tubuh,” ujar Jabal saat dikonfirmasi, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa oli merupakan bahan yang dirancang khusus untuk mesin, bukan untuk dikonsumsi manusia. Kandungannya terdiri dari hidrokarbon serta berbagai zat aditif, termasuk logam berat dan bahan kimia lainnya.

“Zat-zat ini bisa memicu keracunan dan berpotensi merusak organ tubuh dalam jangka panjang,” ucapnya.

2. Minum oli berisiko menyebabkan gagal hati dan gangguan ginjal

Cuplikan rekaman video viral sekelompok orang meminum oli sepeda motor. (Dok. IDN Times)
Cuplikan rekaman video viral sekelompok orang meminum oli sepeda motor. (Dok. IDN Times)

Jabal menerangkan, dampak konsumsi oli tidak selalu muncul secara langsung karena adanya efek latensi. Artinya, gejala bisa baru dirasakan setelah zat berbahaya tersebut diproses oleh tubuh dalam jangka waktu tertentu.

“Tidak semua langsung bereaksi. Tapi lama-kelamaan bisa merusak organ, terutama hati,” katanya.

Ia menambahkan, hati dan ginjal menjadi organ yang paling rentan terdampak. Karena kedua organ itu berperan penting dalam memproses dan membuang zat beracun dari tubuh.

“Kalau dikonsumsi terus-menerus, beban kerja hati dan ginjal meningkat. Ini bisa berujung pada gagal hati atau gangguan ginjal,” ujarnya.

Selain itu, risiko fatal juga bisa terjadi jika cairan oli masuk ke saluran pernapasan. “Kalau cairan masuk ke paru-paru, bisa menyebabkan aspirasi, sesak napas, bahkan kematian,” ungkapnya.

3. Masyarakat diminta tidak mudah percaya

ilustrasi viral (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi viral (IDN Times/Aditya Pratama)

Jabal juga menyoroti bahaya disinformasi yang dapat membuat masyarakat percaya dan berpotensi meniru aksi tersebut. Ia mengingatkan bahwa informasi kesehatan yang tidak memiliki dasar ilmiah bisa menimbulkan dampak serius.

“Ini seperti bom waktu. Bisa menyebabkan pneumonia aspirasi, gangguan pencernaan seperti mual dan muntah, hingga kerusakan organ serius,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi kesehatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Jika mengalami keluhan kesehatan, masyarakat disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.

“Jangan pernah mengonsumsi oli. Tidak ada manfaatnya, justru berbahaya. Kalau ada keluhan kesehatan, sebaiknya periksa ke dokter dan jalani pola hidup sehat,” tegasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More