Prakiraan Cuaca di Sulsel: Daerah Berpotensi Hujan Lebat 26-28 Mei 2026

- BMKG Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca tiga harian untuk Sulawesi Selatan pada 26–28 Mei 2026 dengan potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
- Wilayah Luwu Raya dan Toraja dipantau mengalami potensi hujan berturut-turut selama tiga hari, sementara tidak ada daerah yang masuk kategori siaga maupun awas.
- BMKG menjelaskan hujan di musim kemarau ini dipicu aktivitas atmosfer aktif seperti Depresi Tropis, MJO, Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin yang mendukung pembentukan awan hujan.
Makassar, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca tiga harian untuk wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Peringatan ini berlaku mulai 26 hingga 28 Mei 2026.
BMKG memprakirakan terjadi peningkatan intensitas curah hujan di sejumlah daerah. Hujan diprediksi berada pada kategori sedang hingga lebat dan dapat disertai kilat/petir serta angin kencang. Informasi tersebut juga dibagikan melalui akun Instagram resmi BMKG Sulsel.
1. Wilayah Sulsel yang berpotensi hujan lebat pada 26 Mei

Pada Selasa, 26 Mei 2026, sejumlah wilayah diprakirakan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
Daerah yang masuk kategori waspada meliputi Bantaeng, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Tana Toraja, dan Toraja Utara.
2. Potensi hujan meluas pada 27 Mei 2026

BMKG memprakirakan cakupan wilayah hujan meningkat pada Rabu, 27 Mei 2026. Beberapa daerah tambahan diprediksi mengalami cuaca serupa.
Wilayah yang masuk kategori waspada meliputi Bantaeng, Bone, Bulukumba, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Sinjai, Toraja Utara dan Wajo.
3. Luwu Raya dan Toraja dipantau tiga hari berturut-turut

Pada Kamis, 28 Mei 2026, potensi hujan sedang hingga lebat masih diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah, terutama kawasan Luwu Raya dan Toraja yang terpantau mengalami potensi cuaca serupa selama tiga hari berturut-turut.
Wilayah berstatus waspada meliputi Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Toraja Utara, Bulukumba dan Sinjai.
BMKG menyebut tidak ada wilayah yang masuk kategori siaga maupun awas selama periode tersebut. Peringatan dini angin kencang secara khusus juga nihil.
Meski begitu, masyarakat tetap diimbau waspada saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
4. Aktivitas atmosfer picu hujan saat musim kemarau

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Retno Noviana, menjelaskan penyebab kondisi hujan masih sering terjadi di Sulawesi Selatan walau sudah memasuki musim kemarau. Hal ini dipengaruhi aktivitas atmosfer yang cukup aktif.
"Kondisi ini dipengaruhi aktifnya 4 Gelombang ekuator, yaitu Depresi Tropis, MJO, Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin secara bersamaan yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia," kata Retno.








.jpg)










