Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Barantin Sulsel Periksa Ketat Pengiriman Sapi Kurban ke Kalimantan

Barantin Sulsel Periksa Ketat Pengiriman Sapi Kurban ke Kalimantan
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban Iduladha oleh Balai Karantina Sulawesi Selatan, Minggu (24/5/2026)/Dok. Badan Karantina Indonesia
Intinya Sih
  • Karantina Sulsel memperketat pengawasan pengiriman sapi kurban ke Kalimantan menjelang Iduladha 2026, dengan fokus di pelabuhan Parepare dan Garongkong untuk mencegah penyebaran PMK dan LSD.
  • Setiap ternak wajib melalui pemeriksaan administrasi, fisik, serta uji laboratorium seperti Rose Bengal Test guna memastikan kesehatan hewan sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan.
  • Sejak Januari hingga Mei 2026, Sulsel telah mengirim lebih dari 5.000 ekor sapi dan 20.000 kambing ke berbagai daerah, menegaskan perannya sebagai pemasok ternak nasional utama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Makassar, IDN Times — Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Sulawesi Selatan menggencarkan pengawasan lalu lintas ternak antardaerah menjelang Idul Adha 27 Mei 2026.

Fokus utama pengawasan ada di dua pelabuhan utama: Parepare dan Garongkong, yang jadi pintu keluar utama sapi-sapi Sulsel menuju Kalimantan.

1. Mobilitas ternak meningkat, PMK dan LSD jadi ancaman utama

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban Iduladha oleh Balai Karantina Sulawesi Selatan, Minggu (24/5/2026)/Dok. Badan Karantina Indonesia
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban Iduladha oleh Balai Karantina Sulawesi Selatan, Minggu (24/5/2026)/Dok. Badan Karantina Indonesia

Setiap momen Iduladha selalu diikuti lonjakan pengiriman hewan ternak, dan tahun ini tidak berbeda. Kepala Karantina Sulsel, Sitti Chadidjah, menyebut kondisi ini menjadi perhatian serius pihaknya.

"Menjelang Idul adha, lalu lintas ternak mengalami peningkatan cukup signifikan. Karena itu, setiap hewan yang dilalulintaskan wajib memenuhi persyaratan karantina dan dipastikan dalam kondisi sehat sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan," ujarnya dalam siaran pers di Makassar, Minggu (24/5) malam.

Dua penyakit hewan menular yang paling diwaspadai adalah penyakit mulut dan kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol.

2. Prosedur Ketat, cek dokumen, fisik, sampai uji laboratorium

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban Iduladha oleh Balai Karantina Sulawesi Selatan, Minggu (24/5/2026)/Dok. Badan Karantina Indonesia
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban Iduladha oleh Balai Karantina Sulawesi Selatan, Minggu (24/5/2026)/Dok. Badan Karantina Indonesia

Pengawasan yang dilakukan tidak sekadar melihat kondisi fisik hewan. Setiap ekor ternak yang akan dikirim wajib melewati serangkaian pemeriksaan berlapis.

"Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari administrasi hingga kondisi fisik hewan. Kami juga melakukan pengujian laboratorium untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya penyakit tertentu sehingga pengiriman ternak tetap aman dan sesuai ketentuan," kata Sitti Chadidjah.

Salah satu pengujian yang diterapkan adalah Rose Bengal Test (RBT), metode deteksi brucellosis pada ternak, yang dilakukan melalui pengambilan sampel darah. Pengawasan juga melibatkan KSOP Parepare, Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara, dan personel TNI Angkatan Laut.

3. Sulsel kirim lebih dari dari 5.000 ekor sapi ke luar daerah sejak januari

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban Iduladha oleh Balai Karantina Sulawesi Selatan, Minggu (24/5/2026)/Dok. Badan Karantina Indonesia
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban Iduladha oleh Balai Karantina Sulawesi Selatan, Minggu (24/5/2026)/Dok. Badan Karantina Indonesia

Data sistem Best Trust milik Badan Karantina menunjukkan betapa besarnya peran Sulsel sebagai pemasok ternak nasional. Khusus di Satuan Pelayanan Parepare selama April–Mei 2026 saja, sudah ada 3.734 ekor sapi potong yang dikirim ke Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan dalam 124 kali pengeluaran, ditambah 286 ekor kambing.

Jika dihitung dari Januari hingga Mei 2026 untuk seluruh satuan pelayanan karantina di Makassar, Bajoe, Jeneponto, dan Parepare, angkanya mencapai 5.004 ekor sapi dan 20.567 ekor kambing yang keluar dari Sulsel.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More