Demo di Lapas Bollangi Gowa Ricuh, 8 Orang Ditangkap Polisi

- Aksi demo di depan Lapas Bollangi, Gowa, berujung ricuh setelah massa tanpa izin melakukan orasi dan pembakaran ban hingga menyebabkan kerusakan fasilitas lapas.
- Demonstran menyoroti dugaan peredaran narkotika yang melibatkan oknum pegawai lapas, sementara pihak lapas menilai aksi dilakukan tanpa pemberitahuan dan disertai pengrusakan.
- Polisi menangkap delapan orang terkait pengrusakan fasilitas, sementara laporan resmi soal dugaan pemukulan terhadap pendemo masih ditunggu untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Makassar, IDN Times - Aksi unjuk rasa yang dilakukan sekelompok orang mengatasnamakan Aliansi Pemerhati Hukum di depan Lapas Kelas II A Bollangi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (25/5/2026), berujung ricuh. Massa aksi mengklaim dihajar oknum pegawai lapas saat menggelar unjuk rasa.
Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Massa aksi diduga datang secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan kepada pihak kepolisian maupun petugas lapas bahwa akan menggelar demo.
1. Sejumlah fasilitas lapas rusak

Aksi awalnya berlangsung kondusif, massa secara bergantian menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara dari atas mobil komando. Mereka menyoroti isu peredaran narkoba di dalam lapas. Namun situasi kemudian memanas hingga massa terlihat membakar ban di depan lokasi.
Dalam rekaman video, tampak sejumlah orang berpakaian seragam pegawai lapas membubarkan aksi. Beberapa pendemo juga terlihat diseret bahkan mengalami pemukulan.
Tidak hanya itu, kaca kecendela di area lapas pecah diduga dilempari massa, bahkab dinding bangunan lapas juga dicoret-coret salah satunya tertulis “Bandar Sabu, Sarang Narkoba".
2. Soroti peredaran narkotika di dalam lapas

Salah satu perwakilan massa aksi, Alfa, mengungkapkan pihaknya menyoroti dugaan peredaran narkotika di dalam Lapas Bollangi yang diduga melibatkan oknum pegawai lapas kepada warga binaan. Dugaan tersebut menjadi salah satu tuntutan utama yang dibawa demonstran saat berunjuk rasa di depan lapas.
"Menyoroti terkait dugaan indikasi adanya peredaran narkotika yang dilakukan oleh pihak pegawai kepada warga binaan," kata Alfa kepada wartawan, Senin.
Namun situasi mulai memanas ketika tiba-tiba muncul sekelompok warga yang tidak diketahui asalnya dan melakukan aksi vandalisme hingga pengrusakan di sekitar lokasi unjuk rasa.
"Menjelang menjelang beberapa menit setelah teman-teman melakukan aksi tiba-tiba ada masyarakat tidak tahu keberadaannya dari mana, tiba-tiba melakukan piloks-piloks (coret-coret) dan melakukan pengrusakan," bebernya.
3. Pihak lapas akan melapor ke polisi

Selain itu, Alfa juga menuding adanya tindakan represif yang dilakukan pegawai Lapas Bollangi terhadap massa aksi saat kericuhan berlangsung. Dia mengaku sejumlah demonstran dipukul di lokasi kejadian.
"Ada, (petugas lapas Bollangi memukul massa aksi). Bahkan disaksikan oleh pihak keamanan kepolisian," tegasnya.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Bolangi, Fadil Mubarak, mengatakan massa tiba-tiba melakukan orasi tanpa ada pemberitahuan dan pengrusakan fasilitas kantor.
"Mereka datang langsung menabrak pintu utama lapas, aksinya tdk ada pemberitahuan ke kepolisian dan kami di lapas, tiba melakukan orasi," ucapnya.
Ia mengatakan telah melaporkan ke pihak berwajib aksi pengrusakan tersebut, sedangkan video yang beredar Fadli mengaku itu hanya potongan setelah dibubarkan oleh pihak kepolisian
"Kami punya video lengkap ketika mereka melakukan pengrusakan," jelasnya.
4. Delapan orang ditangkap

Sementara itu, Kapolres Gowa Muhammad Aldy Sulaiman mengatakan menangkap sekitar delapan orang yang diduga melakukan pengrusakan fasilitas di lapas.
“Betul bahwa terjadi aksi diduga pengrusakan terhadap Lapas Narkotika Bollangi di Gowa yang diduga merusak fasilitas telah diamankan di Polsek Bontomarannu. Ada delapan orang,” jelasnya.
Ia menuturkan, pihak lapas akan membuat laporan polisi terkait dugaan pengrusakan tersebut. Serta akan melakukan pemeriksaan. terkait penyebab kericuhan itu.
Mengenai video dugaan pemukulan terhadap pendemo, Aldy menyebut polisi masih menunggu adanya laporan resmi dari korban.
“Terkait dengan adanya video aksi pemukulan terhadap pendemo, saat ini masih proses menunggu laporan polisi. Kemudian tentunya kami sudah melakukan upaya-upaya dan nanti ke depan akan kami sampaikan,” pungkasnya.













.jpg)




