Hers Protex dan UNICEF Edukasi Kesehatan Menstruasi Siswi di Makassar

- WINGS Group, Hers Protex, dan UNICEF menggelar edukasi kesehatan menstruasi di SMPN 32 Makassar untuk meningkatkan pemahaman remaja putri tentang kebersihan dan perubahan fisik saat haid.
- Hers Protex mendonasikan lebih dari 170 ribu pack pembalut dan dispenser melalui kampanye Hers for Her sebagai dukungan nyata bagi kenyamanan siswi selama menstruasi di sekolah.
- Dokter spesialis menjelaskan bahwa siklus haid tidak teratur masih normal pada awal menarche serta menegaskan pentingnya menjaga kebersihan dan tetap aktif beraktivitas saat menstruasi.
Makassar, IDN Times - Kesadaran remaja putri terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan menstruasi terus diperkuat. Untuk itu, WINGS Group Indonesia bersama Hers Protex dan UNICEF Indonesia menggelar kampanye dan edukasi menstruasi bagi remaja putri di SMPN 32 Makassar, Jalan Dg Ramang, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 100 siswi dan 100 orangtua. Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai menstruasi, termasuk cara menjaga kebersihan dan menghadapi berbagai perubahan fisik maupun emosional saat mengalami haid.
1. UNICEF: Banyak remaja belum paham menstruasi sebelum mengalaminya

Wash Specialist UNICEF Indonesia, Muhammad Zainal, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi mengenai kesehatan dan kebersihan menstruasi di Indonesia. Menurutnya, masih banyak remaja putri yang belum mendapatkan informasi memadai mengenai menstruasi sebelum mengalami haid pertama. Kondisi ini dapat memicu kecemasan dan kekhawatiran.
"Informasi ini sangat penting sekali untuk remaja putri. Banyak remaja di Indonesia yang belum pernah mendengar tentang menstruasi sampai dia mengalami menstruasi pertamanya," kata Muhammad Zainal kepada wartawan.
Dia menambahkan, edukasi mengenai menstruasi tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga dukungan fasilitas sanitasi yang memadai di sekolah.
UNICEF pun mendorong pemerintah memastikan setiap sekolah memiliki toilet yang ramah bagi remaja putri, terutama saat menstruasi.
"Masih banyak sekolah yang belum mempunyai fasilitas sanitasi yang memadai untuk mereka mengganti pembalut. Anak-anak juga merasa tidak nyaman apabila toiletnya tidak bisa dikunci dari dalam, tidak ada air, atau tidak tersedia sabun," ujarnya.
2. Donasikan 170 ribu pack pembalut dan dispenser

Brand Representative Hers Protex, Pricilia Adelia, mengatakan awal tahun ajaran baru dipilih sebagai momentum pelaksanaan kampanye karena remaja putri mulai kembali menjalani aktivitas belajar secara rutin di sekolah.
"Awal tahun ajaran baru merupakan momen ketika remaja putri mulai kembali rutin belajar dan beraktivitas di sekolah. Mereka membutuhkan kesiapan fisik dan mental, termasuk rasa nyaman dan bebas khawatir saat menstruasi," katanya.
Melalui kampanye Hers for Her, pihaknya berharap edukasi yang diberikan tidak hanya meningkatkan kesadaran, tetapi juga memberikan dukungan fasilitas secara langsung.
Hers Protex, kata Pricilia, turut memberikan donasi lebih dari 170 ribu pack pembalut beserta dispenser.
"Jadi dampaknya bukan hanya edukasi satu arah, tetapi juga dukungan fasilitas yang bisa langsung dinikmati remaja putri di Makassar," ujarnya.
Kampanye ini merupakan kolaborasi Hers Protex dan UNICEF yang telah berlangsung selama tiga tahun. Makassar menjadi kota kedua pelaksanaan kampanye setelah sebelumnya digelar di Bandung pada Mei 2026.
"Mereka sangat antusias karena siswi SMP baru pertamakali mengalami menstruasi, jadi edukasi kesehatan dan kebersihan menstruasi dinilai sangat penting bagi mereka," ujarnya.
3. Dokter spesialis turut mengedukasi

Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr A. Isa Silfiana, turut memberikan edukasi kepada para siswi mengenai kesehatan menstruasi. Dia mengatakan, salah satu keluhan yang paling sering ditanyakan remaja putri adalah siklus menstruasi yang tidak teratur. Menurutnya, siklus haid yang belum teratur masih dapat dikategorikan normal pada 1 hingga 3 tahun pertama setelah menstruasi pertama.
"Untuk siklus haid yang tidak teratur sebenarnya masih normal pada awal menarche atau haid pertama selama satu sampai tiga tahun," jelasnya.
Dia juga mengingatkan remaja putri untuk tetap aktif beraktivitas saat menstruasi. Aktivitas fisik ringan bahkan dapat membantu mengurangi kram perut. Terkait mitos bahwa perempuan tidak boleh keramas saat menstruasi, dr Isa menegaskan hal tersebut tidak benar.
"Itu mitos. Boleh saja. Tidak ada hubungannya dengan keramas. Malah harus selalu menjaga kebersihan," katanya.
Menurutnya, tidak ada makanan khusus yang wajib dihindari selama menstruasi. Remaja putri tetap dapat mengonsumsi makanan seperti biasa. "Semua boleh dimakan. Kalau makanan pedas mungkin bisa membuat kram perut bertambah pada sebagian orang," ujarnya.


















