Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sopir Truk Ditikam karena Rebutan Antrean BBM Solar di SPBU Makassar

Sopir Truk Ditikam karena Rebutan Antrean BBM Solar di SPBU Makassar
Penikaman sesama sopir truk di SPBU dengan nomor register 74.902.88, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Minggu (19/7/2026). Dok. Istimewa
Intinya Sih
  • Seorang sopir truk di Makassar ditikam oleh sesama sopir akibat rebutan antrean solar di SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, Minggu pagi.
  • Pelaku bernama MH menikam korban AS menggunakan badik setelah emosi karena posisinya diserobot dalam antrean; korban dilarikan ke rumah sakit dan pelaku ditangkap polisi.
  • Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan solar di Makassar sering menimbulkan kemacetan dan insiden, termasuk kecelakaan maut sebelumnya di lokasi yang sama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Kota Makassar menelan korban. Seorang sopir truk ditikam oleh sesama sopir truk di sebuah SPBU di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Minggu (19/7/2026) pagi.

Korban berinisial AS (30), warga Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, ditikam oleh MH (32), warga Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Keduanya diketahui sama-sama berprofesi sebagai sopir truk.

1. Berawal dari rebutan antrean solar

Ilustrasi antrean BBM solar di Kota Makassar. IDN Times/Ashrawi Muin
Ilustrasi antrean BBM solar di Kota Makassar. IDN Times/Ashrawi Muin

Peristiwa tersebut terjadi di SPBU dengan nomor register 74.902.88, yang berada di samping Kampus Cokroaminoto dan tak jauh dari gerbang masuk Kompleks Bumi Tamalanrea Permai (BTP).

Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Muhammad Ismail, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, penikaman dipicu persoalan antrean pengisian BBM solar.

"Masalah antrean solar (pemicunya)," ungkap Ismail saat dikonfirmasi, Minggu sore.

Ismail menjelaskan, pelaku telah mengantre sejak sekitar pukul 02.30 WITA. Namun, saat gilirannya masuk ke SPBU sekitar pukul 09.44 WITA, korban tiba-tiba datang menggunakan truk dan mengambil posisi yang seharusnya ditempati pelaku.

2. Pelaku tusuk korban menggunakan badik

Ilustrasi antrean BBM solar di Kota Makassar. IDN Times/Ashrawi Muin
Ilustrasi antrean BBM solar di Kota Makassar. IDN Times/Ashrawi Muin

Korban disebut beralasan hendak mengisi BBM jenis Dex. Pelaku kemudian meminta korban memindahkan kendaraannya. Namun, saat kembali ke mobilnya, korban justru kembali memajukan truk ke jalur yang akan digunakan pelaku untuk masuk ke SPBU.

Situasi tersebut diduga membuat pelaku emosi. MH kemudian mengambil badik yang dibawanya dan menikam AS. "Ini korban dia mau ambil antrean yang sopir satu, pelaku. Terus turun dari mobil emosi, langsung (ditusuk)," kata Ismail.

Tusukan pertama sempat ditangkis oleh korban. Namun, tusukan kedua mengenai bagian dada kanan bawah AS. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu, pelaku telah ditangkap di Polsek Tamalanrea untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

3. Antrean solar di Makassar juga pernah sebabkan kecelakaan maut

Ilustrasi antrean BBM solar di Kota Makassar. IDN Times/Ashrawi Muin
Ilustrasi antrean BBM solar di Kota Makassar. IDN Times/Ashrawi Muin

Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Makassar belakangan memang menjadi pemandangan yang kerap terlihat. Truk, bus, dan kendaraan lainnya bahkan harus mengantre sejak dini hari hingga malam hari.

Sejumlah kendaraan terpaksa parkir di bahu jalan sambil menunggu giliran masuk ke SPBU. Kondisi tersebut tak jarang mengganggu arus lalu lintas dan menyebabkan kemacetan.

Bahkan, antrean kendaraan di SPBU yang sama sebelumnya juga memicu kecelakaan maut. Pada Jumat (3/7/2026) dini hari, seorang mahasiswa asal Kabupaten Enrekang, Rahmat Hidayat (24), tewas setelah sepeda motor yang ditumpanginya menabrak truk yang sedang parkir mengantre BBM.

4. Antrean panjang di sejumlah SPBU Makassar masih terjadi

Penikaman sesama sopir truk di SPBU dengan nomor register 74.902.88, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Minggu (19/7/2026). Dok. Istimewa
Penikaman sesama sopir truk di SPBU dengan nomor register 74.902.88, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Minggu (19/7/2026). Dok. Istimewa

Saat kejadian, Rahmat berboncengan dengan Muh. Abithalib (23). Keduanya mengendarai sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi DP 2328 SG dari arah utara menuju selatan di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Motor tersebut kemudian menabrak truk Isuzu bernomor polisi B 9118 SXR yang sedang parkir di bahu jalan untuk mengantre BBM.

"Sepeda motor yang dikendarai korban bergerak dari arah utara menuju selatan di Jalan Perintis Kemerdekaan. Sementara truk Isuzu sedang parkir di bahu jalan mengarah ke selatan," kata Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Siska Dwimarita Susanti.

Akibat kecelakaan itu, Rahmat mengalami luka serius, di antaranya patah kaki kiri, lebam pada mata kanan, pendarahan, dan luka robek di bagian belakang kepala. Ia kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan.

Sementara itu, Abithalib yang juga mengalami luka serius masih selamat dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Antrean panjang kendaraan pengguna BBM solar hingga kini masih terjadi di sejumlah SPBU, khususnya di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan yang merupakan jalur poros Makassar-Maros.

Antrean juga terlihat di sejumlah SPBU di Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, hingga Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan AP Pettarani.

Selain menyebabkan kemacetan, antrean panjang yang berlangsung sejak dini hari hingga malam hari itu kini kembali memicu keributan antar-sopir dan menelan korban.

Share Article
Editorial Team

Latest News Sulawesi Selatan

See More