Pemkot Targetkan Lahan Jembatan Barombong Rampung Juni 2026

- Pemkot Makassar menargetkan pembebasan lahan Jembatan Kembar Barombong rampung Juni 2026 agar proyek segera masuk tahap konstruksi dan mengurai kemacetan di kawasan selatan kota.
- Luas lahan yang dibebaskan kurang dari 3 hektare dengan panjang sekitar 800 meter, di mana Pemkot menangani lahan dan Pemprov Sulsel melalui Dinas Bina Marga membangun fisik jembatan.
- Pemprov Sulsel menyiapkan anggaran awal Rp100 miliar pada tahun anggaran 2027 untuk memulai pembangunan fisik Jembatan Kembar Barombong setelah proses administrasi dan redesain diselesaikan.
Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar menargetkan proses pembebasan lahan untuk pembangunan Jembatan Kembar Barombong rampung pada Juni 2026. Hal ini dipercepat agar proyek pembangunan jembatan baru di kawasan selatan Makassar itu segera memasuki tahap konstruksi.
Percepatan pembangunan Jembatan Kembar Barombong menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi antara Pemkot Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Bina Marga Sulsel di Kantor Wali Kota Makassar, Selasa (26/5/2026).
Rapat tersebut dipimpin Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Pertanahan, Dinas Penataan Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas PTSP, BPKAD, serta pihak Kecamatan Tamalate. Dari pihak Pemprov Sulsel hadir Kepala Dinas Bina Marga Sulsel Andi Ihsan.
Dalam pertemuan itu, Munafri menegaskan pihaknya siap menuntaskan seluruh kebutuhan administrasi proyek tersebut. Pemkot juga mempercepat proses pembebasan lahan agar pembangunan jembatan bisa segera berjalan.
"Pada dasarnya Pemerintah Kota Makassar siap men-support segala kebutuhan, baik data, aturan maupun administrasi yang diinginkan oleh pemerintah provinsi untuk kami siapkan," kata Munafri.
1. Jembatan kembar disiapkan untuk atasi bottleneck Barombong

Kawasan Barombong selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan atau bottleneck di Makassar bagian selatan. Kepadatan kendaraan kerap terjadi pada jam sibuk pagi dan sore, terutama bagi pengendara dari arah Takalar menuju pusat Kota Makassar maupun sebaliknya.
Munafri menilai proyek Jembatan Kembar Barombong dapat menjadi solusi mengatasi perlambatan arus kendaraan di kawasan tersebut. Kondisi kemacetan di Barombong selama ini menjadi keluhan masyarakat pengguna jalan.
"Proses pembangunan jembatan, akan berdampak sangat baik bagi masyarkat umum, melintas di Kota Makassar, mengingat jembatan ini menjadi salah satu bottleneck yang menjadi persoalan di kota ini," katanya.
2. Lahan kurang dari 3 hektare dengan panjang capai 800 meter

Secara keseluruhan, luas lahan yang akan dibebaskan diperkirakan kurang dari 3 hektare dengan panjang penanganan proyek mencapai sekitar 800 meter. Dalam pembagian tugas proyek tersebut, Pemkot bertanggung jawab pada penyediaan dan pembebasan lahan, sementara pembangunan fisik jembatan ditangani Pemprov melalui Dinas Bina Marga.
Munafri memastikan seluruh proses pengadaan lahan berada dalam status clear and clean sebelum pembangunan fisik dimulai. Pemkot juga terus berkoordinasi dengan pihak pengembang kawasan GMTD dan instansi teknis terkait untuk mempercepat penyelesaian area yang masuk jalur pembangunan jembatan.
"Kewajiban kami seperti yang disampaikan Pak Gubernur adalah menyiapkan lahan. Landasan dari jembatan ini sudah berproses, baik dari sisi GMTD maupun landasan yang ada di wilayah Barombong," ungkap Munafri.
3. Pemkot percepat pembebasan lahan proyek jembatan

Menurut Munafri, percepatan pembangunan Jembatan Kembar Barombong menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar mengatasi kemacetan. Persoalan lalu lintas di kawasan tersebut selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.
Munafri mengatakan hal paling utama adalah memastikan pembangunan jembatan bisa segera selesai. Dengan begitu, jembatan tersebut dapat digunakan untuk mengurai bottleneck di wilayah Barombong.
"Setelah pertemuan ini, saya harap instansi teknis bisa duduk bersama. Kita mau percepatan pembangunan Jembatan Barombong agar mengurai kemacetan. Ini komitmen dan tekad kami," tegasnya.
4. Pemprov Sulsel siapkan anggaran Rp100 miliar

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Sulsel Andi Ihsan menjelaskan pihaknya tengah menyiapkan penguatan administrasi proyek tersebut. Hal itu bertujuan mendukung kelanjutan redesain Jembatan Barombong.
"Audiensi hari ini, pada intinya membahas mekanisme kelanjutan pembangunan Jembatan Barombong. Kami dari Dinas Bina Marga Provinsi ingin meminta penguatan akuntabilitas untuk pelaksanaan redesain," katanya.
Pemprov Sulsel telah mengalokasikan anggaran awal sebesar Rp100 miliar pada tahun anggaran 2027. Anggaran tersebut disiapkan untuk memulai pembangunan fisik Jembatan Kembar Barombong.
"Perlu saya jelaskan juga bahwa untuk tahun anggaran 2027, anggaran Dinas PU Bina Marga Sulsel sudah kami alokasikan sebesar Rp100 miliar terkait awal pembangunan jembatan," katanya.


















