517 Masjid di Sulsel Layani 52 Ribu Lebih Pemudik selama Lebaran

- Sebanyak 517 masjid di Sulawesi Selatan melayani 52.382 pemudik selama periode 11–29 Maret 2026 melalui Program Masjid Ramah Pemudik yang digagas Kemenag Sulsel.
- Program ini memastikan para pemudik mendapat tempat istirahat nyaman dan fasilitas ibadah memadai, dengan kesiapan sarana dasar seperti air bersih dan kebersihan sebagai kunci keberhasilan.
- Kemenag Sulsel mengapresiasi kolaborasi pengurus masjid, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menyukseskan program yang menjadi wujud nyata pelayanan keagamaan bagi umat.
Makassar, IDN Times – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan mencatat capaian positif dalam pelaksanaan Program Masjid Ramah Pemudik Tahun 2026. Program ini menjadi salah satu bentuk pelayanan publik berbasis keagamaan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sebanyak 517 masjid di berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan terlibat aktif memberikan layanan kepada para pemudik. Kehadiran program ini tak hanya memberi kenyamanan beribadah, tetapi juga menyediakan fasilitas istirahat yang layak selama perjalanan mudik.
Berdasarkan data rekapitulasi, total pengunjung yang memanfaatkan fasilitas Masjid Ramah Pemudik mencapai 52.382 orang. Jumlah tersebut dihimpun selama periode 11 hingga 29 Maret 2026. Angka ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program tersebut. Terlebih, masjid menjadi titik strategis bagi pemudik untuk beristirahat sekaligus menjalankan ibadah tanpa harus keluar jalur perjalanan.
1. Masjid jadi pusat layanan umat saat mudik

Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Sulsel, Abdul Gaffar, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata pelayanan keagamaan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menjelaskan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan umat.
"Melalui program Masjid Ramah Pemudik, kami ingin memastikan para pemudik mendapatkan tempat istirahat yang nyaman, aman, dan tetap dapat menjalankan ibadah dengan baik selama perjalanan,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip, Rabu (8/4/2026).
2. Kesiapan fasilitas jadi kunci keberhasilan
Ketua Tim Kemasjidan Bidang Urais Kanwil Kemenag Sulsel Yunus Muin, menilai kesiapan fasilitas menjadi faktor utama keberhasilan program ini. Sejak awal, pengurus masjid didorong untuk menyediakan fasilitas dasar yang memadai.
“Sejak awal kami mendorong pengurus masjid untuk menyiapkan fasilitas dasar seperti tempat istirahat, air bersih, hingga layanan kebersihan yang memadai. Alhamdulillah, masjid-masjid yang terlibat mampu memberikan pelayanan terbaik sehingga para pemudik merasa terbantu dan nyaman,” ungkapnya.
3. Kemenag Sulsel apresiasi kolaborasi semua pihak

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan program ini. Mulai dari jajaran Kemenag kabupaten/kota hingga pengurus masjid dan masyarakat.
Ia menyebut, keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelayanan umat. Program ini juga menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan layanan keagamaan yang berdampak langsung.
Ke depan, Program Masjid Ramah Pemudik diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda rutin tahunan. Peningkatan kualitas layanan juga diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pemudik di masa mendatang.


















