Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rumah Sakit di Sulsel Masih Terkonsentrasi di Empat Daerah

Rumah Sakit di Sulsel Masih Terkonsentrasi di Empat Daerah
Petugas di gedung pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RS Wahidin Makassar saat melayani pengunjung / Istimewa
Intinya Sih
  • Sebaran rumah sakit di Sulawesi Selatan masih terkonsentrasi di Makassar, Gowa, Palopo, dan Parepare, membuat masyarakat daerah terpencil kesulitan mengakses layanan kesehatan lengkap.
  • Dinas Kesehatan Sulsel mencatat wilayah kepulauan dan pegunungan seperti Pangkep hingga Luwu Utara masih kekurangan fasilitas serta tenaga medis, sehingga dijalankan program Pelayanan Kesehatan Bergerak.
  • Pemerintah Provinsi Sulsel menyiapkan pembangunan rumah sakit regional untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di luar kawasan perkotaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Makassar, IDN Times - Sebaran rumah sakit di Sulawesi Selatan belum sepenuhnya merata. Fasilitas layanan kesehatan rujukan masih terkonsentrasi di sejumlah wilayah perkotaan seperti Makassar, Gowa, Palopo, dan Parepare.

Kondisi tersebut membuat masyarakat di daerah terpencil masih menghadapi tantangan akses untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih lengkap, terutama layanan spesialis dan penanganan medis lanjutan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sulsel, Ardadi, mengatakan konsentrasi rumah sakit di beberapa daerah menjadi catatan pemerintah dalam upaya pemerataan layanan kesehatan.

"Nah memang menjadi tantangan kita saat ini adalah rumah sakit kita memang terkonsentrasi ada di Kabupaten Gowa, kemudian di Kota Makassar, Kota Palopo dan Kota Parepare," kata Ardadi, Sabtu (23/5/2026).

1. Rumah sakit di kota besar diharapkan menopang wilayah sekitar

Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. IDN Times/Darsil Yahya
Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. IDN Times/Darsil Yahya

Menurut Ardadi, keberadaan pusat layanan kesehatan tersebut diharapkan bisa menopang pelayanan bagi wilayah sekitarnya. Namun kondisi geografis Sulsel yang terdiri dari daerah kepulauan hingga pegunungan membuat akses layanan kesehatan belum sepenuhnya mudah dijangkau masyarakat.

"Nah sehingga kita berharap sebenarnya epicentrum-epicentrum itu bisa membantu wilayah-wilayah di sekitarnya untuk memastikan ada pelayanan kesehatan tetap bisa kita berikan," katanya. 

2. Daerah kepulauan dan pegunungan masih menghadapi kendala akses

Ilustrasi rumah sakit (IDN Times/Galih Persiana)
Ilustrasi rumah sakit (IDN Times/Galih Persiana)

Dinkes Sulsel mencatat sejumlah daerah seperti Kabupaten Pangkep, Kepulauan Selayar, Toraja, Toraja Utara, Luwu, hingga Luwu Utara masih membutuhkan penguatan fasilitas kesehatan dan tenaga medis. Beberapa wilayah bahkan harus ditempuh berjam-jam menggunakan kapal atau melewati jalur pegunungan.

Program Pelayanan Kesehatan Bergerak menjadi solusi Pemprov Sulsel untuk menjangkau daerah terpencil dan sulit diakses. Program tersebut dijalankan dengan mengirim tenaga kesehatan hingga dokter spesialis ke wilayah yang sulit dijangkau fasilitas kesehatan.

"Sejak tahun lalu Pak Gubernur sudah memerintahkan kita untuk melaksanakan pelayanan kesehatan bergerak," kata Ardadi.

3. Pemprov Sulsel siapkan pembangunan rumah sakit regional

Ilustrasi rumah sakit. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Ilustrasi rumah sakit. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Selain itu, pemerintah provinsi juga tengah menyiapkan pembangunan rumah sakit regional. Hal tersebut diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di luar wilayah perkotaan.

"Perluasan akses itu bisa dilakukan melalui pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan baru misalkan pembangunan rumah sakit regional," kata Ardadi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More