Distribusi Nakes di Sulsel Belum Merata, Daerah Terpencil Terdampak

- Pemerataan tenaga kesehatan di Sulawesi Selatan masih terkendala kondisi geografis, terutama di wilayah kepulauan dan pegunungan yang sulit dijangkau.
- Pemerintah menargetkan setiap puskesmas memiliki 9–10 tenaga kesehatan, namun beberapa daerah masih kekurangan tenaga medis untuk memenuhi standar pelayanan.
- Pemprov Sulsel memanfaatkan program internship dokter, penugasan residen spesialis, dan layanan kesehatan bergerak untuk memperkuat pelayanan di daerah terpencil.
Makassar, IDN Times - Ketersediaan tenaga kesehatan di daerah terpencil masih menjadi tantangan dalam pemerataan layanan kesehatan di Sulawesi Selatan. Kondisi geografis yang luas dengan wilayah kepulauan dan pegunungan membuat distribusi tenaga medis belum sepenuhnya merata.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sulsel, Ardadi, mengatakan kebutuhan tenaga kesehatan di daerah terpencil masih memerlukan perhatian. Terutama untuk memastikan seluruh puskesmas memiliki tenaga kesehatan sesuai standar pelayanan.
"Iya tantangannya memang di situ bahwa wilayah geografis yang sangat luas tentu kita berharap dukungan ketersediaan sumber daya manusia juga bisa mendukung pelayanan kesehatan kita," kata Ardadi, Sabtu (23/5/2026).
1. Setiap puskesmas ditargetkan memiliki 9-10 tenaga kesehatan

Menurut Ardadi, pemerintah menargetkan setiap puskesmas memiliki 9 hingga 10 tenaga kesehatan wajib. Namun sejumlah daerah masih membutuhkan tambahan tenaga medis untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
"Sulawesi Selatan cukup maju untuk itu bahwa di setiap puskesmas diharapkan ada 9-10 tenaga kesehatan wajib yang harus disiapkan," katanya.
2. Program internship dokter dimanfaatkan untuk daerah terpencil

Daerah-daerah terpencil seperti wilayah kepulauan dan pegunungan disebut masih menghadapi keterbatasan tenaga kesehatan. Kondisi akses yang sulit membuat distribusi dokter dan tenaga medis belum merata.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemprov memanfaatkan sejumlah program penugasan tenaga kesehatan. Salah satunya melalui program internship dokter sebelum memperoleh izin praktik mandiri.
"Nah di kebijakan pembangunan kesehatan kita ada mengenal internship dokter ya, jadi sebelum mendapatkan SIP ada program pemagangan terampil dari Kementerian Kesehatan," kata Ardadi.
3. Peserta residen dokter spesialis juga diterjunkan ke daerah

Pemprov juga memanfaatkan penugasan peserta residen untuk membantu pelayanan kesehatan di daerah. Peserta pendidikan dokter spesialis yang mendekati masa kelulusan diterjunkan untuk memberikan pelayanan medis sebelum resmi menjalani praktik mandiri.
"Ada juga penugasan-penugasan bagi peserta residen ya yang menjelang menjadi dokter spesialis juga seperti itu," kaanya.
Selain itu, Pemprov Sulsel melanjutkan Program Pelayanan Kesehatan Bergerak dengan mengirim tenaga kesehatan hingga dokter spesialis ke wilayah sulit dijangkau. Program tersebut direncanakan menyasar daerah pegunungan dan desa terpencil seperti Luwu, Luwu Utara, Bone, Gowa, hingga Jeneponto.


















