Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemkot Makassar Siapkan Lahan 8 Hektare untuk Pembangunan PSEL

Pemkot Makassar Siapkan Lahan 8 Hektare untuk Pembangunan PSEL
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau lahan di TPA Antang yang disiapkan untuk pembangunan PLTSa/PSEL, Selasa (7/4/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)
Intinya Sih
  • Pemerintah Kota Makassar menyiapkan lahan 8 hektare di TPA Antang untuk pembangunan PLTSa senilai Rp3 triliun guna mengubah sampah menjadi energi listrik dan menghentikan praktik open dumping.
  • Pemkot menargetkan transformasi TPA Antang menjadi sanitary landfill pada tahun 2026 agar pengelolaan sampah lebih modern, ramah lingkungan, dan sesuai standar nasional.
  • Akses baru dibuka di TPA Antang untuk mempermudah pergerakan alat berat serta mendukung pembangunan PLTSa yang hanya mampu menangani sekitar 20–30 persen total sampah kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar menyiapkan lahan seluas 8 hektare di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengubah sampah menjadi energi listrik (PSEL) sekaligus mengakhiri praktik open dumping di Makassar.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjelaskan lahan tersebut telah melalui pemetaan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan lahan sesuai standar yang diatur dalam Peraturan Presiden.

"Semua proses pematangan menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memastikan bahwa kita punya lahan sesuai dengan aturan," kata Munafri saat meninjau lokasi, Selasa (7/4/2026).

1. Lahan siap untuk PSEL

IMG-20260407-WA0182.jpg
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau lahan di TPA Antang yang disiapkan untuk pembangunan PLTSa/PSEL, Selasa (7/4/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Munafri mengatakan, kapasitas TPA Antang masih memungkinkan pengembangan hingga 10–12 hektare. Dengan lahan yang telah disiapkan, layout pabrik PLTSa bisa disesuaikan dengan kebutuhan kontraktor dan rencana pembangunan. 

Proyek PLTSa ini mendapatkan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan perusahaan Danantara. Nilai investasi proyek mencapai Rp3 triliun.

"Jumlahnya sangat fantastis. Kita berterima kasih karena bisa mendapatkan project senilai Rp3 triliun. Ini bukan hanya menyelesaikan persiakan sampah tapi turunan persoalan yang ada di dalamnya termasuk persoalan sosial," kata Munafri. 

2. Target sanitary landfill

IMG_20260402_160019.jpg
Aktivitas di TPA Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Kamis (2/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Selain pembangunan PLTSa, pemerintah kota menargetkan transformasi TPA Antang menjadi sanitary landfill pada tahun 2026. Munafri menegaskan seluruh sumber daya akan diarahkan agar sampah yang masuk ke TPA dikelola secara modern dan ramah lingkungan.

Dia menyoroti dua persoalan besar yang harus segera ditangani saat ini terkait persampahan di Makassar. Yang pertama berkaitan dengan pembangunan PSEL/PLTSa, sedangkan yang kedua menyangkut pengelolaan TPA.

"Bagaimana TPA ini mulai saat ini sudah dalam tahap perencanaan untuk memastikan tahun 2026 tidak ada lagi TPA open dumping yang ada di Makassar. Jadi sanitary landfill," kata Munafri. 

3. Buka akses baru di TPA Antang

IMG_20260402_160345.jpg
Aktivitas di TPA Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Kamis (2/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Untuk mendukung kelancaran pembangunan, pemerintah kota membuka akses baru di TPA Antang. Langkah ini dimaksudkan agar alat berat dapat bergerak lebih optimal, mempermudah pekerjaan konstruksi PLTSa, dan memperlancar pengelolaan sampah harian.

Munafri menekankan infrastruktur yang memadai juga akan membantu proses peralihan dari open dumping ke sanitary landfill. Penataan jalur akses, area pengumpulan sampah, dan lahan untuk pabrik PLTSa akan disesuaikan agar efisien dan tidak bersinggungan dengan aktivitas warga sekitar.

"Supaya bisa lebih fleksibel teman-teman bekerja, tidak terbatas dengan akses. Kita akan membuka akses-akses baru supaya memungkinkan proses bergeraknya alat-alat berat yang akan kita pergunakan ini lebih optimal dalam kerjanya," kata Munafri.

4. PSEL hanya tangani 20-30 persen sampah

Kondisi TPA Antang di Kecamatan Manggala, Makassar, tampak semrawut dengan timbunan sampah yang terus menggunung, Kamis (2/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Kondisi TPA Antang di Kecamatan Manggala, Makassar, tampak semrawut dengan timbunan sampah yang terus menggunung, Kamis (2/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, menyampaikan bahwa PSEL akan memproses sekitar 800 ton sampah per hari. Sementara itu, TPA Antang memiliki kapasitas menampung hingga 1.000 ton sampah setiap harinya.

"Masih ada 200 yang menjadi PR kita. Selain itu, timbunan sampah yang ada di TPA saat ini yang jumlahnya di kisaran 3 juta ton itu juga menjadi PR kita selesaikan," kata Helmy.

PSEL ini, lanjut Helmy, hanya mampu menangani sekitar 20 hingga 30 persen sampah di Kota Makassar. Sisanya, sekitar 70 persen, diharapkan terselesaikan melalui berbagai tahapan dan penerapan teknologi lain.

"Entah itu melakukan pemilahan atau mungkin nanti kita akan bentuk TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) atau TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle) lebih banyak dan mungkin juga bank sampah," kata Helmy.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More