Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Miris! Siswa SMP di Makassar Nyaris Pingsan Dikeroyok Rekan Sekolah

Miris! Siswa SMP di Makassar Nyaris Pingsan Dikeroyok Rekan Sekolah
Tangkapan layar rekaman video pengeroyokan siswa SMP di Makassar. Dok. Istimewa
Intinya Sih
  • Seorang siswa SMPN 35 Makassar berinisial MAR (13) dikeroyok sekitar sepuluh teman sekolahnya setelah menegur mereka yang tidak memakai atribut lengkap, hingga nyaris pingsan di depan kelas.
  • Ibu korban, Irma, menuntut pertanggungjawaban pihak sekolah dan meminta sanksi tegas bagi para pelaku serta peningkatan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
  • Pihak sekolah melalui guru BK belum memberikan komentar resmi, sementara video yang beredar memperlihatkan korban dipukul hingga jatuh dan diperiksa oleh siswa lain karena luka di kepala.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Makassar, IDN Times - Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 35 Makassar, Sulawesi Selatan, berinisial MAR (13) diduga dikeroyok oleh siswa lain di sekolahnya hingga nyaris pingsan.

Aksi pengereyokan terjadi diduga setelah korban yang merupakan anggota OSIS melakukan sidak dan melihat para pelaku tidak memakai atribut sekolah dengan lengkap.

1. Kronologi pengeroyokan

siswa smp makassar dikeroyok 2.jpg
Tangkapan layar rekaman video pengeroyokan siswa SMP di Makassar. Dok. Istimewa

Irma, Ibu korban, mengatakan peristiwa yang dialami anaknya terjadi tepat di depan kelasnya pada Jumat 5 Juni 2026, sekitar Pukul 10.00 Wita. Dia menyebut pelaku pengeroyakan sekitar sepuluh orang diduga tak terima ditegur oleh anaknya. Akibat pengeroyokan itu korban mengalami luka lecet di pelipis dan nyeri bagian kepala.

"Awalnya anak saya melakukan tugasnya sebagai anggota OSIS menyidak siswa lain yang tidak patuh memakai seragam dan atribut sekolah dan rupanya siswa tersebut tidak terima ditertibkan, anak saya tiba-tiba diserang di depan kelasnya, dipukul sampai jatuh dan diinjak-injak kepalanya," ucap Irma kepada IDN Times, Minggu (7/6/2026).

2. Desak pertanggungjawaban pihak sekolah

Ilustrasi pengeroyokan. (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi pengeroyokan. (IDN Times/Sukma Shakti)

Usai kejadian, korban dan pelaku pengeroyokan dipanggil ke ruang bimbingan dan konseling (BK) dan diminta untuk memanggil orang tua masing-masing untuk hadir pada Senin (8/6/2026). Irma pun meminta pertanggungjawan pihak sekolah dan serta mendesak para pelaku diberi sanksi.

"Info dari anak saya, semua siswa yang memukul kenal semua mukanya dan memang langganan BK, karena ini kejadiannya di sekolah maka saya selaku orang tua korban meminta pertangungjawaban pihak sekolah untuk menindak tegas para pelaku," ungkapnya.

Irma juga menyayangkan pihak sekolah yang dianggap kurang melakukan pengawasan terhadap anak didiknya, sehingga terjadi aksi perundungan dan pengeroyokan. Ia berharap pihak sekolah berbenah agar hal serupa tidak terjadi lagi.

"Saya menghargai pihak sekolah untuk tidak membawa masalah ini ke jalur hukum, tapi saya butuh jaminan dari pihak sekolah bahwa kejadian ini seperti cukup sekali dan tidak akan terulang lagi terhadap anak saya maupun siswa lain," tandasnya.

Kondisi korban saat ini, kata Irma, masih mengeluhkan rasa sakit terutama di bagian kepala dan badannya. "Lecet sedikit di pelipisnya, tapi sudah membaik, cuma kepalanya yang dia rasa sakit karena diinjak-injak, badannya juga sakit semua, untung tidak ada tulang yang patah," tutupnya.

3. Tanggapan pihak sekolah

Ilustrasi pengeroyokan (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi pengeroyokan (IDN Times/Aditya Pratama)

Sementara itu, Guru BK SMPN 35 Makassar, Rosdiana enggan memberikan komentar saat dikonfirmasi IDN Times via WhatsApp (WA).

"Maaf, kita datangmi ke sekolah besok untuk konfirmasi," katanya singkat.

Sementara dalam video yang beredar, korban tampak dikeroyok di depan kelasnya. Beberapa siswa berusaha melerai, namun karena terus dipukuli, korban terjatuh dan nyaris pingsan. Saat korban terjatuh, terlihat siswa lain memeriksa kepala korban yang diduga terluka akibat dikeroyok.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More