Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Basarnas Klarifikasi Penanganan Darurat KM Nurul Salsa, Ini Kronologinya

Kota Makassar
Basarnas Klarifikasi Penanganan Darurat KM Nurul Salsa, Ini Kronologinya
Basarnas Makassar mengerahkan KN Kamajaya dalam proses pencarian penumpang hilang usai Kapal Motor Nurul Salsa tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (16/7/2026). Dok. Basarnas Makassar
Share Article

Makassar, IDN TimesBasarnas memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi yang menyebut Tim SAR baru telat menerima laporan tenggelamnya KM Nurul Salsa pada Rabu, 15 Juli 2026 lalu. Menurut narasi yang beredar, laporan kejadian baru diterima pada pukul 16.30 Wita. Namun Basarnas menegaskan laporan awal justru telah diterima sejak pukul 11.07 Wita.

Koordinator Pos SAR Selayar, Ronaldhi G.K.M, mengatakan sejak menerima laporan tersebut pihaknya langsung melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur. Upaya itu dilakukan dengan menghubungi kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi hingga mengerahkan potensi SAR lain meski terkendala cuaca buruk dan keterbatasan alat utama.

1. Laporan awal diterima pukul 11.07 Wita

Salah satu korban yang ditemukan mengapung selama empat hari usai KM Nurul Salsa yang ditumpanginya tenggelam di perairan Selayar, Sabtu, 18
Salah satu korban yang ditemukan mengapung selama empat hari usai KM Nurul Salsa yang ditumpanginya tenggelam di perairan Selayar, Sabtu, 18 Juli 2026. Dok. Basarnas Makassar

Ronaldhi menjelaskan laporan pertama diterima dari keluarga korban atas nama Fahri dan Eka pada pukul 11.07 Wita. Saat itu dilaporkan KM Nurul Salsa yang melayani rute Jampea-Pelabuhan Benteng mengalami mati mesin di perairan Polassi.

"Isinya, KM Nurul Salsa rute Jampea menuju Pelabuhan Benteng mengalami mati mesin di perairan Polassi. Setelah menerima laporan tersebut, Pos SAR Selayar langsung mengaksi dengan menghubungi kapal besar yang berada di pulau terdekat Polassi untuk melakukan evakuasi," ujar Ronaldhi, dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).

Karena jarak lokasi sekitar 45 nautical mile (Nm), keterbatasan alat utama, serta kondisi cuaca yang buruk, Pos SAR Selayar juga meminta bantuan nelayan yang berada di sekitar titik kejadian sebagai bagian dari potensi SAR.

2. Cuaca buruk menghambat upaya evakuasi

Basarnas Makassar mengerahkan KN Kamajaya dalam proses pencarian penumpang hilang usai Kapal Motor Nurul Salsa tenggelam di perairan Selayar
Basarnas Makassar mengerahkan KN Kamajaya dalam proses pencarian penumpang hilang usai Kapal Motor Nurul Salsa tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (16/7/2026). Dok. Basarnas Makassar

Basarnas mengungkapkan upaya evakuasi pertama tidak berjalan sesuai rencana. Pada pukul 15.08 Wita, kapal dari Pulau Polassi yang hendak menuju lokasi tidak mampu menembus perairan akibat cuaca buruk.

Selanjutnya pada pukul 15.30 Wita, Pos SAR Selayar kembali mengerahkan KLM Arwin Jaya yang berada di Pelabuhan Jampea. Namun kapal tersebut kandas sehingga tidak dapat melanjutkan proses evakuasi.

Pada pukul 16.30 Wita, Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar kemudian memberangkatkan tim Pos SAR Selayar ke Pelabuhan Appa Tanah untuk mencari kapal yang dapat membantu operasi penyelamatan. Basarnas juga berkoordinasi dengan Kodaeral VI Makassar untuk menggerakkan KRI Marlin 877 menuju lokasi kejadian.

3. Sebanyak 45 korban berhasil dievakuasi malam hari

Tangkapan layar dari video evakuasi penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar. Dok. Istimewa
Tangkapan layar dari video evakuasi penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar. Dok. Istimewa

Ronaldhi mengatakan pada pukul 17.20 Wita pihaknya berhasil mendapatkan kapal GT 118, KLM Harapan Kita, untuk melakukan operasi pencarian dan evakuasi.

Tim Pos SAR Selayar terus memantau proses penyelamatan tersebut. Hingga pukul 23.30 Wita, sebanyak 45 orang berhasil dievakuasi dan dibawa ke Pulau Jampea.

Menurut informasi dari nakhoda, cuaca saat itu masih sangat buruk. Ombak besar serta kondisi gelap membuat proses penyisiran di sekitar lokasi kapal tenggelam tidak dapat dilakukan secara maksimal.

"Informasi yang kemudian kami terima, KM Nurul Salsa tenggelam pada Rabu, 15 Juli 2026, sekitar pukul 17.00 WITA," tutup Ronaldhi.

Basarnas menyampaikan klarifikasi ini untuk meluruskan informasi yang menyebut Tim SAR Makassar baru menerima laporan pada pukul 16.30 Wita. Menurut Basarnas, sejak laporan diterima pukul 11.07 Wita, seluruh upaya penanganan telah dilakukan sesuai prosedur dan kondisi Standar Operasional Prosedur (SOP) di lapangan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More