Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

219.041 Rumah di Sulsel Masuk Kategori Tidak Layak Huni

219.041 Rumah di Sulsel Masuk Kategori Tidak Layak Huni
Ilustrasi rumah-rumah kumuh (IDN Times/Yuda Almerio)
Intinya Sih
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mencatat 219.041 rumah atau 9,6 persen dari total rumah di wilayahnya masuk kategori tidak layak huni berdasarkan data terbaru tahun 2026.
  • Pemprov Sulsel menargetkan perbaikan 142 unit rumah pada 2026, terdiri atas 115 unit RTLH dan 27 unit rumah terdampak bencana yang tersebar di beberapa kabupaten.
  • Untuk mempercepat pengurangan RTLH, Pemprov Sulsel menyiapkan pembiayaan jangka menengah serta memaksimalkan program pusat dengan kuota sekitar 13 ribu unit rumah dari APBN.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mencatat jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah ini masih mencapai 219.041 unit. Angka tersebut setara sekitar 9,6 persen dari total 2,113 juta unit rumah yang ada di Sulsel.

Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Sulsel, Syamsul Syarif, mengatakan data tersebut diperoleh dari total jumlah rumah di Sulsel yang mencapai sekitar 2.13.000 juta unit. 

"Kurang lebih 219 ribu, 219.041 unit. Penduduk kita 9,4 juta. Dengan jumlah rumah di Sulsel itu 2.113.000 unit. Jadi yang tidak layak itu 9,6 persen atau 1,9 secara nasional," kata Syamsul Syarif, Sabtu (6/6/2026).

1. Pemprov Sulsel masih menemukan persoalan akurasi data penerima bantuan

Ilustrasi rumah untuk MBR. (Dok. Kementerian PUPR)
Ilustrasi rumah untuk MBR. (Dok. Kementerian PUPR)

Jumlah RTLH tersebut menjadi salah satu dasar penyusunan program perbaikan rumah oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Data itu juga digunakan untuk menentukan prioritas penanganan dalam beberapa tahun ke depan.

Syamsul menjelaskan penyaluran bantuan mengacu pada data masyarakat miskin dalam kategori desil 1 hingga desil 5. Namun, di lapangan masih ditemukan rumah dengan kondisi tidak layak huni yang pemiliknya tercatat di luar kategori tersebut.

"Kami tetap verifikasi semua itu karena kita tidak mau juga salah dalam melakukan kebijakan karena regulasinya di situ di desil 1 sampai 5," katanya. 

Menurut Syamsul, sejumlah warga yang rumahnya layak mendapat bantuan justru tercatat berada di desil 6 atau 7. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam pelaksanaan program karena pemerintah tetap harus berpedoman pada aturan yang berlaku.

2. Pemprov Sulsel target perbaiki 142 unit rumah tahun ini

Ilustrasi perumahan (Arif Komarudin, Unplash).
Ilustrasi perumahan (Arif Komarudin, Unplash).

Untuk mengurangi jumlah RTLH, Pemprov Sulsel menyiapkan program perbaikan 142 unit rumah pada 2026. Program tersebut terdiri atas 115 unit RTLH dan 27 unit rumah terdampak bencana.

Sebanyak 115 unit RTLH meliputi 110 rumah yang direhabilitasi dan 5 unit rumah baru. Program tersebut tersebar di 12 kabupaten, yakni Barru, Pangkep, Luwu, Gowa, Bone, Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Soppeng, Sidrap, Enrekang, dan Pinrang.

Sementara itu, penanganan rumah terdampak bencana mencakup 27 unit yang tersebar di Kabupaten Luwu Utara, Tana Toraja, dan Toraja Utara. Rinciannya, 11 unit di Luwu Utara, 11 unit di Toraja Utara, dan 5 unit di Tana Toraja.

3. Sulsel incar porsi lebih besar dari program 2 juta rumah

Ilustrasi rumah untuk MBR. (Dok. Kementerian PUPR)
Ilustrasi rumah untuk MBR. (Dok. Kementerian PUPR)

Menurut Syamsul, Pemprov juga menyiapkan skema pembiayaan jangka menengah untuk penanganan RTLH di Sulsel. Skema tersebut diharapkan dapat mempercepat pengurangan jumlah rumah tidak layak huni di berbagai daerah.

"Mungkin ada kurang lebih hampir lebih seribu rumah tahun depan kita rencanakan untuk kita lakukan. Itu khusus dari APBD itu sendiri kita rencanakan tahun depan," katanya.

Selain mengandalkan APBD, Pemporv Sulsel juga berupaya memaksimalkan program bantuan pemerintah pusat. Tahun ini, Sulsel mendapat kuota sekitar 13 ribu unit rumah dari program APBN yang masih dalam tahap verifikasi.

"Sekitar kurang lebih 2 juta rumah tahun depan. Jadi kita mau tangkap peluang itu. Untuk Sulsel kita dapat sebanyaknyalah. Kita maksimalkan potensi yang ada," kkata Syamsul.

Share Article
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More