Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
DPRD Makassar Akan Panggil Disdik Terkait Siswa Tak Terdaftar Dapodik
Kantor DPRD Makassar. (Dok. IDN Times)
  • DPRD Kota Makassar memanggil Dinas Pendidikan terkait ribuan siswa ilegal yang tidak terdaftar dalam Dapodik.
  • Ketua Komisi D menekankan pentingnya evaluasi tata kelola pendidikan dan perbaikan sistem internal Pemkot Makassar.
  • DPRD meminta langkah konkret dari Pemkot Makassar agar semua siswa ilegal dapat diubah statusnya menjadi legal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - DPRD Kota Makassar melalui Komisi D berencana memanggil Dinas Pendidikan Kota Makassar. Pemanggilan ini untuk meminta penjelasan terkait temuan ribuan siswa yang berstatus ilegal karena tidak terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Ketua Komisi D, Ari Ashari Ilham, menyatakan langkah ini mendesak guna mencari solusi atas permasalahan tersebut. Menurutnya, masalah tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut hak dasar siswa.

"Kami pasti selaku perwakilan rakyat dalam waktu dekat ini akan melakukan pemanggilan pada Dinas Pendidikan terkait pernyataan Pak wali Kota tersebut. Karena ini tidak bisa dibiarkan lama," katanya, Senin (20/1/2025).

1. Status ilegal bisa merugikan siswa

Anggota DPRD Makassar Ari Ashari Ilham. (Dok. DPRD Makassar)

Ari menyoroti kondisi ini mencerminkan kelemahan dalam sistem internal Pemkot Makassar, khususnya di Dinas Pendidikan. Dia juga menekankan pentingnya evaluasi mendalam untuk memperbaiki tata kelola pendidikan di Kota Makassar.

Ari menyatakan status ilegal siswa bisa merugikan mereka di masa depan, terutama terkait dokumen penting seperti nomor registrasi ijazah. Karena itu, masalah ini harus segera diselesaikan.

"Sangat disayangkan kalau seperti itu, kerena pada saat itu tidak terdaftar di Dapodik, yang kasihan adalah siswanya kalau saat kelulusan. Bagaimana dengan nomor register ijazah dan seterusnya," katanya.

2. Harus ada solusi agar siswa terdaftar di Dapodik

Ilustrasi. pembagian makan gratis di SMP. (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

DPRD meminta Pemkot Makassar dan Dinas Pendidikan untuk segera merancang langkah konkret agar seluruh siswa yang dinyatakan ilegal dapat diubah statusnya menjadi legal. Dengan begitu, siswa bisa mendapatkan haknya kembali.

"Terkait apa metode dan apa yang harus dilakukan yah itu tanggung jawab Dinas Pendidikan dong. Karena anak anak masuk sekolah melalui pendaftaran dan seterusnya," kata Ari.

DPRD Makassar menegaskan bahwa masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Mereka meminta Pemkot Makassar segera bergerak untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan haknya sebagai peserta didik resmi.

"Karena ini kan bukan kesalahan siswa atau orang tua siswa. Tapi ini adalah kesalahan atau kebobrokan dari sistem kerja pemerintah kota makassar khususnya di dinas pendidikan Makassar," katanya.

3. Siswa tak terdaftar Dapodik masuk melalui jalur solusi

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar, Nielma Palamba. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Sebelumnya diberitakan bahwa ribuan siswa di Kota Makassar dilaporkan belum terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Kondisi ini dianggap berpotensi menghambat siswa untuk mendapatkan ijazah di kemudian hari.

Plh Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Nielma Palamba, membenarkan laporan tersebut. Dia mengakui permasalahan tersebut terjadi akibat penerimaan siswa melebihi kapasitas maksimal yang diperbolehkan di setiap rombongan belajar (Rombel).

"Para siswa ini merupakan penerimaan tahun ajaran 2024 melalui jalur solusi. Namun, banyak kelas yang kelebihan kapasitas. Seharusnya maksimal 32 siswa per rombel, tetapi ada kelas yang diisi hingga 50 siswa, seperti yang terjadi di SMP 6" kata Nielma.

Jalur solusi diterapkan sebagai langkah pemerintah agar seluruh anak di Makassar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama bagi mereka yang tidak diterima di sekolah negeri favorit.

Namun, kebijakan ini terkendala ketidakseimbangan kapasitas sekolah. Banyak sekolah negeri favorit kelebihan murid, sementara sekolah lain justru kekurangan siswa.

"Tujuannya sebenarnya untuk semua anak harus sekolah. Karena memang kapasitas SD cuma 300 lebih sementara SMP hanya 55 dan orang semua mau negeri dan yang bagus, macam-macam," jelas Nielma.

Editorial Team

Related Article