Perawat dan pegawai RSUD Galesong, Takalar/Istimewa
Firdaus mengungkapkan berdasarkan data, rumah sakit hanya menerima satu pasien setiap bulan, sementara jumlah tenaga medis yang tersedia mencapai 221 perawat dan 29 dokter.
"Dari data yang ada, satu bulan satu orang yang datang, dan dilayani 221 perawat serta dokternya ada 29 orang. Dengan gedung sebesar seperti ini, dengan investasi Rp150 miliar, sedangkan pasien cuma satu orang. Artinya apa, untung atau buntung.?" ucapnya.
Mengenai nasib para tenaga kesehatan dan karyawan lainnya, ia menyebut hal itu akan dipertimbangkan lebih lanjut sembari menunggu selesainya proses administrasi dengan pihak BPJS.
Sebagai informasi, pembangunan RSUD Galesong dibiayai melalui skema pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp150 miliar dan ditambah Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah Kabupaten Takalar senilai Rp27 miliar. Pembangunan ini dimulai sejak masa pemerintahan Bupati sebelumnya, Syamsari Kitta.