Ilustrasi bahan pangan. (IDN Times/Asrhawi Muin)
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mengatakan Sulsel memiliki posisi strategis sebagai salah satu produsen utama sejumlah komoditas pangan di kawasan Sulampua. Komoditas yang dihasilkan Sulsel antara lain beras, cabai, bawang merah, jagung, telur, daging ayam, dan hasil perikanan.
"Sulawesi Selatan memiliki peran yang strategis sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional, juga sebagai produsen utama pangan wilayah Sulampua," kata Fatma.
Meski memiliki potensi produksi yang besar, Sulawesi Selatan masih menghadapi sejumlah kendala dalam distribusi pangan. Di antaranya keterbatasan fasilitas rantai dingin dan tingginya biaya logistik angkutan laut.
"Infrastruktur jalan sudah mampu memberikan konektivitas, tapi hambatan yang utama saat sekarang ini adalah keterbatasan rantai pasokan dingin kita, lalu kemudian juga biaya distribusi logistik angkutan laut khususnya yang masih sangat tinggi menjadi hambatan kita," katanya.
Untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjalankan program pembangunan infrastruktur multiyears pada tahun anggaran 2026. Program tersebut mencakup pembangunan jalan dan irigasi untuk mendukung distribusi serta meningkatkan produktivitas pertanian.
Fatma mengatakan dukungan Kementerian Pertanian melalui program optimalisasi lahan, pompanisasi, dan listrik masuk sawah membantu petani menghadapi dampak El Nino dan kekeringan. Berbagai program tersebut memungkinkan petani tetap berproduksi dan memanen hasil pertanian meski di tengah kondisi kekeringan.
"Sehingga para bupati kita semua mampu mitigasi El Nino kekeringan ini, sehingga masyarakat kita, petani kita masih bisa panen di masa-masa El Nino ini," tuturnya.
Menurut Fatma, pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan membutuhkan pendekatan terpadu, mulai dari produksi hingga penanganan pascapanen. Selain itu, konektivitas distribusi perlu diperkuat untuk menyalurkan pangan dari daerah surplus ke wilayah yang membutuhkan pasokan.
Fatma berharap GPIPS Sulampua 2026 menghasilkan langkah konkret untuk memperluas kerja sama antardaerah dan memperkuat neraca pangan. Selain itu, ia mendorong peningkatan dukungan terhadap sarana produksi, teknologi, infrastruktur logistik, dan pembiayaan perbankan.
"Kami berharap sinergi ini bisa melahirkan berbagai langkah konkret, khususnya perluasan kerja sama antar daerah, penguatan neraca pangan kita, hingga penguatan dukungan sarana produksi, teknologi, dan infrastruktur logistik dan pembiayaan perbankan," katanya.