Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bantu UMKM Pesisir Go Digital, Unhas Luncurkan Program Sea-to-Table
Unhas Kembangkan Platform Sea-to-Table untuk UMKM Perempuan di Pulau Barrang Caddi. (Dok. Humas Unhas)
  • Universitas Hasanuddin meluncurkan platform digital Sea-to-Table untuk membantu UMKM pesisir Pulau Barrang Caddi memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai ekonomi produk olahan laut.
  • Program ini membekali Kelompok Mentari yang beranggotakan perempuan dengan pelatihan strategi usaha, branding, pengemasan, serta pemanfaatan media sosial dan marketplace, disertai bantuan peralatan produksi.
  • Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan keterampilan dan kolaborasi anggota kelompok dalam mengelola usaha berbasis digital, meski masih ada tantangan jaringan internet dan kebutuhan pendampingan lanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas) mengembangkan platform digital bertajuk Sea-to-Table untuk membantu pelaku usaha kuliner berbasis hasil laut di Pulau Barrang Caddi, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar. Program ini ditujukan untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkuat kapasitas usaha kelompok perempuan di wilayah kepulauan.

Program yang didanai melalui Program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026 tersebut menyasar Kelompok Mentari yang beranggotakan 10 perempuan dan ibu rumah tangga. Selama ini mereka mengolah hasil laut sebagai sumber tambahan pendapatan keluarga nelayan, namun masih menghadapi kendala dalam pemasaran, pengelolaan usaha, dan pemanfaatan teknologi digital.

1. Platform digital untuk memperluas akses pasar UMKM pesisir

ilustrasi marketplace (vecteezy.com/Thapana Onphalai)

Ketua Tim Pengabdian Unhas, Prof. Seniwati, mengatakan masyarakat pesisir memiliki potensi besar melalui hasil laut dan produk olahan yang bernilai ekonomi. Namun, keterbatasan akses pasar membuat produk-produk tersebut belum mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

Karena itu, tim pengabdian mengembangkan platform Sea-to-Table sebagai ruang pemasaran digital yang menghubungkan produk kuliner laut masyarakat pesisir dengan konsumen. Platform tersebut juga dirancang untuk membangun ekosistem usaha yang menghubungkan potensi lokal, pelaku UMKM, dan peluang pasar.

"Kami melihat persoalan utama bukan pada kualitas produknya, tetapi pada keterbatasan akses pasar. Karena itu, Sea-to-Table kami rancang sebagai upaya pemberdayaan yang membantu masyarakat memanfaatkan teknologi untuk memperluas pemasaran sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal," katanya dalam keterangan yang dikutip, Kamis (9/7/2026).

Rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan pada Sabtu (6/6/2026) di Pulau Barrang Caddi, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar. Tim pengabdian dipimpin Seniwati dengan anggota Prof. Rahmatia, Munif Arif Ranti, Andi Annisar, serta melibatkan sejumlah mahasiswa Universitas Hasanuddin.

2. Perempuan dibekali pelatihan usaha dan peralatan produksi

Unhas Kembangkan Platform Sea-to-Table untuk UMKM Perempuan di Pulau Barrang Caddi. (Dok. Humas Unhas)

Selain memperkenalkan platform digital, tim pengabdian Unhas memberikan pelatihan kepada anggota Kelompok Mentari. Materi yang diberikan meliputi strategi pemasaran, penentuan harga, penguatan merek (branding), teknik pengemasan produk, peningkatan kualitas olahan hasil laut, hingga pemanfaatan media sosial dan marketplace.

Tim pengabdian juga menyerahkan sejumlah peralatan produksi berupa freezer, wajan produksi, timbangan digital, dan timbangan manual. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja, menjaga kualitas bahan baku, serta memperbesar kapasitas produksi kelompok usaha perempuan di Pulau Barrang Caddi.

Menurut Prof. Seniwati, keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan masyarakat memanfaatkannya secara berkelanjutan.

"Yang ingin kami bangun adalah kemandirian masyarakat. Ketika perempuan memiliki keterampilan mengelola usaha, memahami kebutuhan pasar, dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk berkembang, maka manfaat program akan terus dirasakan meskipun kegiatan pengabdian telah selesai," jelasnya.

3. Tingkatkan kapasitas usaha perempuan di kawasan kepulauan

Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan. IDN Times/Darsil Yahya

Hasil evaluasi program menunjukkan anggota Kelompok Mentari mengalami peningkatan kemampuan dalam mengolah hasil laut, menyusun strategi pemasaran, memperbaiki kemasan produk, hingga memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi. Program ini juga memperkuat kolaborasi antaranggota kelompok sekaligus mendorong tumbuhnya kewirausahaan perempuan sebagai penopang ekonomi keluarga.

Meski demikian, tim pengabdian masih menemukan sejumlah tantangan, terutama keterbatasan jaringan internet di wilayah kepulauan serta perlunya pendampingan berkelanjutan dalam pengelolaan pemasaran digital. Pendampingan dinilai penting agar transformasi digital yang telah dimulai mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat pesisir.

Curated For You

Editorial Team

Related Article