Banjir di Antang Makassar, 462 Orang Masih Mengungsi di 8 Pengungsian

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar kembali merilis jumlah pengungsi korban banjir hari ini, Jumat (19/1/2024). Dari data tersebut, jumlah mereka mulai berkurang.
Hingga pukul 13.00 WITA, jumlah pengungsi korban banjir mencapai 462 jiwa atau 127 KK. Pada hari sebelumnya, tercatat 482 jiwa atau 131 KK.
"Iye (berkurang) semoga cuaca terus membaik," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin.
1. Pengungsi tersebar di 8 titik pengungsian

Jumlah pengungsi korban banjir ini tersebar di 2 kecamatan yaitu Kecamatan Manggala dan Biringkanayya. Pengungsian tersebar di 8 titik pengungsian di kelurahan.
Sebanyak 7 titik pengungsian tersebar di Kecamatan Manggala. Di kecamatan ini, tercatat ada 445 jiwa dengan rincian 217 laki-laki dan 248 perempuan.
Kemudian di Kecamatan Biringkanayya, pengungsi hanya tersisa di 1 titik pengungsian. Jumlah pengungsi di sini yaitu 17 jiwa.
2. Ketinggian air relatif menurun

Ketinggian air di lokasi-lokasi banjir juga relatif menurun meski pun tidak terlalu banyak. Misalnya di Jalan Kajenjeng Kompleks Romang Tangayya, Kelurahan Tamangapa yang sebelumnya ketinggian air mencapai 100 cm kini menurun hingga setinggi 95 cm.
Kemudian di Jalan Rahmatullah Bontoa yang sebelumnya 40 cm telah menurun menjadi 35 cm. Di Jalan Kajenjeng, penyeberangan Kampung Romang Tangayya, ketinggian banjir yang sebelumnya 40 cm kini turun menjadi 35 cm.
Berikutnya di Jalan Kecaping Raya, ketinggian air yang sebelumnya mencapai 60 cm kini menurun jadi 55 cm. Kemudian di Jalan Ujung Bori Dalam 1 yang sebelumnya 50 cm kini turun menjadi 45 cm.
3. Bantuan terus disalurkan kepada korban banjir

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebih yang disertai dengan angin kencang masih terjadi. Hal menyebabkan genangan dan banjir serta pohon tumbang di beberapa wilayah di Kota Makassar.
Sementara itu, upaya pemenuhan kebutuhan dasar untuk korban terdampak pohon tumbang dan penyintas banjir dalam bentuk pangan, sandang, air dan sanitasi serta layanan kesehatan telah disalurkan oleh Pemkot Makassar melalui OPD, TNI-Polri. Penyaluran ini didukung relawan dan organisasi sosial lainnya.
"Bantuan kemanusiaan untuk korban terdampak pohon tumbang dan penyintas banjir dapat disalurkan langsung di lokasi yang terdampak," kata Hendra.



















