Andi Angga Bebas dari Israel, Sang Ibu Ungkap Ada Memar di Tubuh

- Tentara Israel membebaskan seluruh relawan Global Peace Convoy Indonesia, termasuk Andi Angga asal Makassar, yang kini telah dideportasi ke Turki setelah sempat ditahan.
- Ibunda Andi Angga mengaku sudah dua kali berkomunikasi dengan anaknya melalui telepon dan memastikan kondisinya sehat meski terdapat memar akibat intimidasi tentara Israel.
- Sutrawati bersyukur atas kebebasan anaknya, berencana menggelar syukuran di rumah, serta menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan pihak yang membantu pembebasan para relawan.
Makassar, IDN Times - Tentara Israel akhirnya membebaskan seluruh relawan kemanusian Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada misi Global Sumud Flotilla 2026 ke Gaza, Palestina. Termasuk sembilan warna negara Indonesia (WNI), di mana salah satunya merupakan warga Makassar bernama Andi Angga Prasadewa.
Ibu Andi Angga, Sutrawati Kaharuddin (52), mengaku bersyukur telah mendapat kabar dari pihak Global Sumud Flotilla dan Rumah Zakat, bahwa anaknya dan seluruh relawan telah bebas dan dideportasi ke Turki usai diculik tentara Israel.
"Alhamdulillah saya sudah mendapat kabar sejak kemarin dari rumah tempat anak saya bekerja, syukur alhamdulillah, terima kasih kepada Allah SWT anak saya sudah kembali, sudah dideportasi dan saat ini sudah berada di Turki," ucap Sutrawati kepada awak media di kediamannya di Jl Yusuf Dg Ngawing, Kecamatan Rappocini, Makassar, Jumat (22/5/2026).
1. Sudah komunikasi dengan Andi Angga

Bahkan Sutrawati mengatakan telah berkomunikasi dua kali melalui sambugan telepon dengan anaknya tak lama setelah Andi Angga tiba di Bandara Turki.
"Alhamdulillah tadi malam setelah turun dari pesawat kami berkomunikasi sekitar 3 menit, dan pagi tadi juga berkomunikasi sekitar kurang lebih 10 menit," ujarnya.
2. Alami intimidasi dan memar usai diculik Israel

Dalam percapakan itu, Andi Angga mengaku dalam keadaan sehat meski mengalam intimidasi dan kekerasan fisik dari tentara Israel.
"Alhamdulillah anak saya sehat walaupun katanya ada sedikit mengalami memar-memar di tubuhnya. Saya juga belum sempat lihat, tapi secara keseluruhan anak saya sehat," ungkapnya.
Sutrawati bahkan mengatakan, ingin terbang ke Jakarta untuk menjemput langsung anaknya ketika tiba di Tanah Air. Berdasarkan informasi yang ia peroleh, Andi Angga dan seluruh rekan-rekannya dijadwalkan tiba dari Turki pada hari Minggu.
"Hari ahad kalau tidak salah jadwalnya mungkin siang waktu Jakarta," jelasnya.
3. Ucapkan terima kasih kepada semua yang mendoakan Andi Angga

Sebagai ungkapan rasa syukur anaknya telah dibebaskan, Sutrawati berencana bakal menggelar acara syukuran di kediamannya.
"Saya sangat bahagia, sangat senang. Saya berterima kasih kepada Allah SWT karena anak saya kembali dengan selamat, sehat. Dan itu memang yang saya harapkan untuk anak saya," tandasnya.
Tak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah serta rumah zakat, kerabat dan seluruh rekan-rekan aktivis yang selalu mendukung dan mendoakan keselamatan anaknya.
"Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah terkhusus untuk rumah zakat tempat anak saya bekerja, Global Sumud Flotilla dan Ciki Fauzi mereka betul-betul memaksimalkan, mengupayakan untuk pembebasan anak saya beserta rekan-rekannya," tutupnya.


















