Jemaah Haji Mulai ke Arafah, Petugas Embarkasi Makassar Siaga

- Jemaah haji asal Embarkasi Makassar mulai bergerak ke Arafah pada 8 Zulhijjah untuk melaksanakan wukuf, yang menjadi inti dan penentu sahnya ibadah haji.
- Sekitar 4.000 petugas disiagakan mendampingi jemaah, terutama lansia, pengguna kursi roda, dan penyandang disabilitas selama rangkaian puncak ibadah haji di Armuzna.
- Embarkasi Makassar menuntaskan pemberangkatan seluruh 43 kloter dengan total 16.728 jemaah dan petugas, ditandai keberangkatan Kloter 43 pada 21 Mei 2026.
Makassar, IDN Times - Jemaah calon haji asal Embarkasi Makassar yang saat ini berada di Arab Saudi mulai memasuki fase persiapan puncak ibadah haji atau Armuzna. Pada 8 Zulhijjah, seluruh jemaah dijadwalkan bergerak menuju Arafah untuk pelaksanaan wukuf.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, menyebut pergerakan jemaah akan dimulai sejak pagi hari. Seluruh jemaah, termasuk yang dalam kondisi sakit, akan diupayakan tetap berada di Arafah.
"Pada 8 (Zulhijah) pagi sudah mulai jemaah haji diangkut ke Arafah. Di Arafah nanti bermalam semalam, besoknya wukuf. Semua jemaah wajib berada di Arafah karena haji itu di Arafah," kata Ikbal, Kamis (21/5/2026).
1. Seluruh jemaah wajib berada di Arafah saat wukuf

Ikbal menegaskan momen wukuf pada 9 Zulhijjah menjadi penentu utama sahnya ibadah haji. Seluruh jemaah diminta berada di Arafah tanpa terkecuali.
Armuzna merupakan rangkaian puncak ibadah haji yang terdiri dari tiga lokasi utama, yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Di Arafah, jemaah melaksanakan wukuf sebagai inti ibadah haji pada 9 Zulhijjah.
"Kalau tanggal 9 Zulhijjah jemaah haji tidak berada di Arafah, itu tidak haji. Makanya semua jemaah haji, baik yang sakit, akan dibawa ke Arafah pada tanggal tersebut," katanya.
Setelah wukuf, jemaah akan bergerak ke Muzdalifah untuk bermalam serta mengumpulkan batu kerikil. Selanjutnya, jemaah menjalani rangkaian ibadah di Mina selama kurang lebih tiga hari.
"Di Mina, akan bermalam kurang lebih tiga hari. Nanti, setelah itu kembali ke hotel," kata Ikbal.
2. Sekitar 4.000 petugas disiagakan

Selama rangkaian Armuzna, ribuan petugas disiagakan untuk mendampingi jemaah. Pendampingan difokuskan pada kelompok lansia, pengguna kursi roda, dan penyandang difabel (disabilitas).
"Iya. Petugas kami di sana banyak. Kurang lebih 4.000an. Petugas kami salah satunya mendampingi jemaah-jemaah lansia yang butuh bantuan terutama jemaah yang kursi roda dan disabilitas," kata Ikbal.
Dia menyebut seluruh petugas telah menyiapkan langkah antisipasi dan mitigasi. Hal itu untuk menghadapi berbagai potensi kendala selama puncak ibadah haji.
"Kita berdoa bersama semoga haji tahun ini tidak ada permasalahan-permasalahan yang muncul, dan kami berdoa semoga jemaah haji bisa semuanya meraih haji yang mabrur," katanya.
3. Pemberangkatan kloter terakhir telah tuntas

Sementara itu, Embarkasi Makassar telah menuntaskan seluruh rangkaian pemberangkatan jemaah haji tahun 2026 dengan keberangkatan Kloter 43. Kloter terakhir tersebut diberangkatkan pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 05.40 WITA melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Kloter 43 menjadi penutup seluruh 43 kloter Embarkasi Makassar. Total 16.728 jemaah dan petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.



















