Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kloter 38 asal Sultra Bawa Jemaah Haji Lansia Terbanyak

Kloter 38 asal Sultra Bawa Jemaah Haji Lansia Terbanyak
Kloter 38 yang beranggotakan jemaah haji asal Sulawesi Tenggara merupakan kloter dengan jumlah lansia terbanyak di Embarkasi Makassar pada tahun 2026. (Dok. Kemenhaj Sulsel)
Intinya Sih
  • Kloter 38 Embarkasi Makassar membawa 389 jemaah asal Sulawesi Tenggara, dengan 142 di antaranya lansia, menjadikannya kloter dengan jumlah jemaah lanjut usia terbanyak pada musim haji 1447 H.
  • Petugas haji memberi perhatian khusus pada kesehatan jemaah lansia, mengimbau mereka rutin minum air dan menjaga stamina menghadapi cuaca ekstrem selama fase Armuzna di Tanah Suci.
  • Sulawesi Tenggara mendapat kuota haji sebanyak 2.078 orang tahun 2026, terdiri dari jemaah reguler, petugas daerah, dan anggota KBIHU yang tergabung dalam tujuh kloter keberangkatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Kelompok Terbang (Kloter) 38 Embarkasi Makassar yang membawa 389 jemaah haji asal Sulawesi Tenggara menjadi salah satu kloter dengan jumlah jemaah lanjut usia (lansia) terbanyak pada musim haji 1447 Hijriah tahun 2026. Jemaah diberangkatkan dari Asrama Haji Sudiang Makassar pada Senin (18/5/2026), dan dilepas oleh Kepala Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar Ikbal Ismail.

Tingginya jumlah jemaah lansia membuat petugas haji memberi perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan dan kesiapan fisik para jemaah, terutama menjelang puncak ibadah haji di Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

1. Sebanyak 142 anggota jemaah termasuk kategori lansia

Kloter 38 yang beranggotakan jemaah haji asal Sulawesi Tenggara merupakan kloter dengan jumlah lansia terbanyak di Embarkasi Makassar pada t
Kloter 38 yang beranggotakan jemaah haji asal Sulawesi Tenggara merupakan kloter dengan jumlah lansia terbanyak di Embarkasi Makassar pada tahun 2026. (Dok. Kemenhaj Sultra))

Ketua Kloter 38, Laode Alimaris mengatakan, rombongan yang dipimpinnya terdiri atas jemaah dari delapan kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Daerah asal jemaah tersebut yakni Kabupaten Bombana, Kota Baubau, Kabupaten Buton Selatan, Kabupaten Muna, Muna Barat, Konawe Utara, Kolaka, dan Kolaka Timur.

Ia menjelaskan, jemaah tertua di kloter tersebut berusia 89 tahun dan menggunakan kursi roda, sedangkan jemaah termuda berusia 16 tahun. Dari total jemaah Kloter 38, sebanyak 142 orang tercatat masuk kategori lansia atau di atas 65 yshun. Jumlah jemaah perempuan lanjut usia juga lebih banyak dibanding laki-laki.

Laode menyebut Kloter 38 termasuk dalam gelombang akhir keberangkatan sehingga waktu persiapan menuju Armuzna relatif singkat. “Setelah tiba di Tanah Suci, fokus utama kami adalah menyelesaikan umrah wajib. Setelah itu, jemaah diarahkan agar tidak terlalu memforsir tenaga untuk ibadah sunnah,” katanya dalam keterangan yang dikutip, Rabu (20/5/2026).

2. Petugas ingatkan jemaah rutin minum air

Rombongan jemaah haji embarkasi JKB 19 berjalan berbaris sambil membawa koper di Bandara Internasional King Abdul Aziz.
Jemaah haji embarkasi JKB 19 tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Minggu (17/05/2026) pagi waktu Arab Saudi. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Laode mengatakan, sekitar enam hari setelah tiba di Makkah, para jemaah sudah harus menghadapi fase Armuzna yang dikenal sebagai tahapan paling menguras tenaga dalam rangkaian ibadah haji. Karena itu, petugas kloter mulai mengantisipasi potensi gangguan kesehatan, terutama akibat cuaca ekstrem di Arab Saudi yang dapat memicu dehidrasi pada jemaah lansia.

“Jangan menunggu haus baru minum. Setiap 15 menit dianjurkan minum air meskipun hanya satu atau dua teguk,” ujarnya.

Selain memperbanyak konsumsi air putih, jemaah juga disarankan mengonsumsi cairan oralit untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh selama menjalani aktivitas ibadah di tengah suhu panas.

Laode menambahkan, Kloter 38 merupakan kloter kedua terakhir asal Sulawesi Tenggara. Setelahnya, masih ada Kloter 39 yang juga membawa jemaah asal Sultra dan bergabung dengan jemaah asal Sulawesi Selatan.

3. Sultra dapat kuota haji 2.078 jemaah

Sejumlah jemaah haji lansia duduk di kursi roda di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, didampingi petugas haji.
Ilustrasi - Jemaah haji lansia di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah (Dok. MCH 2026)

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bombana, Surahman optimistis para jemaah tetap mampu menjalankan ibadah haji dengan baik meski sebagian besar telah berusia lanjut. Menurut dia, semangat spiritual dan niat kuat menunaikan rukun Islam kelima menjadi kekuatan utama para jemaah selama berada di Tanah Suci.

“Saya kira semua kuat dan sehat karena semangatnya untuk segera menunaikan ibadah kepada Tuhan,” katanya.

Ia juga mengimbau jemaah agar lebih memprioritaskan ibadah wajib dibanding ibadah sunnah demi menjaga kondisi fisik tetap prima hingga seluruh rangkaian ibadah selesai. “Yang wajib harus diutamakan. Jaga kesehatan supaya seluruh rangkaian ibadah haji bisa dijalankan dengan baik dan jemaah dapat kembali sebagai haji yang mabrur,” ujarnya.

Untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, Sulawesi Tenggara mendapat kuota sebanyak 2.078 jemaah. Jumlah itu terdiri atas 2.064 jemaah reguler, 10 Petugas Haji Daerah (PHD), dan empat orang dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Para jemaah asal Sultra tergabung dalam lima kloter utuh, yakni Kloter 32, 34, 35, 36, dan 38, serta dua kloter gabungan yaitu Kloter 39 dan 43.

Share
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More