Perahu Berisi Sianida dan 1 Mayat Terdampar di Kepulauan Sitaro

Sebuah perahu berisi sekitar 50 karung sianida dan satu jenazah ABK terdampar di Kepulauan Sitaro.
Empat ABK awalnya berlayar dari Minahasa Utara menuju Sangihe lalu ke Filipina.
Polisi masih menyelidiki asal sianida serta akan memeriksa bos dan pemilik kapal.
Manado, IDN Times - Sebuah perahu terdampar di Lindongan III Kampung Balirangen, ecamatan Siau Timur Selatan, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, Selasa (19/5/2026). Di dalam perahu tersebut, ditemukan puluhan karung sianida bersama 3 anak buah kapal (ABK).
Hal ini dibenarkan oleh Kapolres Sitaro, AKBP Irwan Permadi. "Perkiraannya sekitar 50 karung, setiap karung berisi 50 kilogram sianida," tuturnya.
Selain itu, satu ABK ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam perahu tersebut. Ia adalah Junior Kristianus Darui (64) yang merupakan warga Kepulauan Sangihe.
1. Sempat berlayar ke Filipina

Awalnya 4 ABK yaitu Marthen Howan, Repki Lukas, Junior Darui, dan Yusi diminta atasan mereka yang bernama Jullivan Jaques Kondoahi berangkat ke Sangihe untuk mengambil barang. Mereka berangkat menggunakan 2 perahu dari Desa Kima Bajo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, pada Kamis, 14 Mei 2026.
"Posisi mereka tidak tahu barang apa yang mereka ambil," tutur Iwan.
Namun di tengah laut mereka tiba-tiba diminta ke General Santos, Filipina. Di sana mereka sempat beristirahat sebelum malam harinya kembali ke Sulut.
2. Satu ABK melarikan diri

Saat meninggalkan Sangihe pada Senin, 18 Mei 2026 Junior sempat mengeluh mual dan hanya ingin tidur. Namun, beberapa jam kemudian saat diajak makan Junior sudah tak menyahut.
"Saat dicek nadi korban sudah tidak berdenyut," tambah Iwan.
Mereka pun diminta berlayar ke Kampung Balirangen oleh Ivan lantaran di sana ada keluarga Junior. Namun karena khawatir, satu ABK bernama Yusi melarikan diri menggunakan perahu kecil yang juga memuat sianida.
3. Masih dalam penyelidikan

Saat mendekati Kampung Balirangen, perahu yang ditumpangi Lukas, Marthen, dan jenazah Junior mengalami mati mesin. Kemudian saat gelombang pasang pada Selasa sekitar pukul 03.30 WITA perahu akhirnya bisa sandar di pesisir Balirangen
Iwan menyebut bahwa sianida yang dibawa dibungkus menggunakan karung makanan ayam Filipina. Namun, pihaknya masih akan menyelidiki lebih lanjut terkait asal sianida, tujuan, hingga peruntukannya.
Hingga saat ini baru diketahui bahwa tujuan mereka adalah ke Kota Manado. "Bos ABK dan pemilik kapal akaan diambil keterangannya usai semua keterangan para saksi (ABK) lengkap," tutur Iwan.
![[BREAKING] 4 Pria Melompat ke Kanal Pampang Usai Pesta Miras, 1 Hilang](https://image.idntimes.com/post/20260519/upload_462a9a3fd8baceae34d7fa679066ea46_3cd83aad-a36f-4aa0-b2c2-d6dbd343a434_watermarked_idntimes-2.jpg)

















