Anak-anak Pengungsi Banjir di Makassar Dapat Trauma Healing

Makassar, IDN Times - Anak-anak pengungsi banjir di Makassar mendapat pengobatan trauma alias trauma healing dari petugas Dinas Sosial. Hal itu bertujuan untuk mengobati kejenuhan anak-anak di posko pengungsian.
Plt Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Pangerang, mengatakan trauma healing diberikan kepada pengungsi banjir di Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala.
"Pekerja sosial Dinas Sosial melakukan pendampingan dan trauma healing kepada pengungsi korban banjir yang ada di Blok 8 dan 10 (Antang)," kata Andi Pangerang saat dihubungi IDN Times, Jumat (19/1/2024).
1. Pengungsi dihibur dan diberikan dukungan moril

Pengungsi yang mendapat pendampingan dan trauma bukan hanya anak-anak. Orang dewasa juga mendapatkan trauma healing. Mereka dihibur agar tidak jenuh. Misalnya, anak-anak diajak bermain dan diberikan dukungan moril.
"Kami di sini menghibur korban banjir dengan menggunakan teknik FGD (Focus Group Disscusion) diakhiri ice breaking. Adapun maksud dari ice breaking tersebut untuk menghibur anak korban banjir, melakukan peregangan, dan memberikan support," kata Pangerang.
2. Dapur umum tersedia selama masih ada pengungsi

Sementara itu, Dinas Sosial juga menyediakan dapur umum untuk warga di titik-titik pengungsian. Dapur umum ini akan dimanfaatkan hingga tidak ada lagi warga di pengungsian.
"Untuk dapur umum tetap dilayani selama masih ada warga di pengungsian," kata Pangerang.
3. Jumlah pengungsi di Blok 8 dan Blok 10

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, tercatat ada pengungsi Blok 8 terpusat di Masjid Al Muttaqin dengan jumlah 17 KK atau 68 jiwa. Kemudian, pengungsi Blok 10 terpusat di Masjid Al Anwar dengan jumlah 6 KK atau 26 jiwa, serta Masjid Jabal Nur dengan jumlah 9 KK atau 41 jiwa.
Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang memang merupakan daerah rawan banjir. Kedua lokasi ini selalu menjadi langganan banjir setiap musim hujan ataupun ketika curah hujan meningkat.



















