Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

14 Tahun Jadi Pramugari, Florencia Wibisono Baru 2 Bulan Pindah

-
Pramugari IAT, Florencia Wibisono, yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR PK THT di Sulawesi Selatan. Instagram @olen.flw

Manado, IDNTimes - Jenazah Florencia Wibisono (33) akhirnya diserahkan ke keluarga, Rabu (21/1/2026). Ia menjadi salah satu korban pesawat ATR PK THT 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan.

Perempuan yang akrab disapa Olen ini menghabiskan masa kecil dan remajanya di Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara. Setelah lulus SMA, ia merantau ke Jakarta untuk mengejar mimpinya sebagai pramugari.

"Memang saudara-saudaranya sendiri banyak jadi pramugari. Jadi mereka saling ajak begitu," jelas tante Florencia, Fonneke Sjulita Mandang.

1. Lama di Wings Air

-
Keluarga Florencia Wibisiono di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Minggu (18/1/2026). IDNTimes/Savi

Sjuli menyebut bahwa Florencia memang dikelilingi sepupu yang menjadi pramugari. Bahkan kakak Florencia, Natasya Wibisono, juga merupakan mantan pramugari di Batik Air.

"Tapi rata-rata keluar setelah menikah," tambah Sjuli.

Florencia sendiri sudah 14 tahun menjadi pramugari. Pengalama terlamanya ada di Lion Air Group, yaitu Wings Air.

2. Baru 2 bulan di IAT

-
Florencia Wibisono saat masih di Wings Air. Instagram @olen.flw

Selama bekerja di Lion Air Group, Florencia disebut beberapa kali melayani penerbangan Jakarta-Manado. Jika bertugas ke Manado, ia pasti menyempatkan bertemu ibunya, Neltje Maramis.

Melepas pengalamannya dari Wings Air, Florencia pindah ke Indonesia Air Transport. Rupanya, ia baru 2 bulan bertugas di perusahaan itu.

Selama di IAT, Florencia kerap berpindah tugas dari pesawat carter ke private jet yang disewakan perusahaan tersebut. "Pokoknya menyesuaikan kebutuhan operasional saja," tutur Sjuli.

3. Kuliah di UPH

-
Ibu Florencia Wibisono, Neltje Maramis, di Terminal Keberangkatan Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggu (18/1/2026). IDNTimes/Savi

Selama bekerja menjadi pramugari, Florencia berbasis di Jakarta. Di sana ia tinggal bersama sang ayah.

Selain bekerja sebagai pramugari, Florencia juga sedang menempuh pendidikan di Univesitas Pelita Harapan. "Saya lupa jurusannya apa, cuma saya bilang ke dia jurusan itu cocok karena dia cerewet," kenang Sjuli berkaca-kaca.

Jenazah Florencia pun akan dibawa ke Jakarta. Rencananya, jenazahnya akan dimakamkan di kampung halaman di Minahasa pada Jumat (23/1/2026).

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

DVI Identifikasi Jenazah Deden Maulana Korban Pesawat ATR 42-500

21 Jan 2026, 23:52 WIBNews