Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Berapa Batas Aman Ketinggian Air untuk Motor Matic? Yuk Cari Tahu!

Pengendara melintasi genangan air di kawasan Gunung Sahari, Jakarta, Minggu (18/1/2026).
Pengendara motor melintasi genangan air di kawasan Gunung Sahari, Jakarta, Minggu (18/1/2026). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.

Makassar, IDN Times - Musim hujan sering kali membawa "hadiah" berupa genangan air atau banjir di beberapa ruas jalan. Bagi pengguna motor matic, kondisi ini jadi tantangan tersendiri. Salah sedikit saja ngegas saat menerjang banjir, motor kesayangan bisa bermalam di bengkel dengan biaya perbaikan menguras kantong.

Lalu, sebenarnya berapa sih batas aman ketinggian genangan yang bisa dilewati oleh motor matic? Kayak gimana cara yang tepat? Berikut ini IDN Times merangkum jawabannya untuk kamu!

1. Batas aman: jangan melebihi setengah roda

Ilustrasi banjir.
Ilustrasi banjir. (freepik.com/ninjason1)

Hal paling penting bagi pengendara motor matic saat melihat genangan adalah memperhatikan ketinggian air terhadap roda. Batas aman maksimal adalah setengah dari diameter roda. Jika air sudah menyentuh lubang knalpot atau filter udara, itu adalah sinyal bahaya.

Situs resmi perusahaan otomotif Astra Honda menjelaskan bahwa motor matic standar dengan ring roda 14 inci, batas amannya adalah sekitar 15 hingga 20 cm atau setengah betis orang dewasa. Jika genangan terlihat lebih tinggi dari itu, sebaiknya urungkan niat untuk melintas.

2. Filter udara dan CVT sangat rentan!

Ilustrasi mengendarai motor saat hujan.
Ilustrasi mengendarai motor saat hujan. (unsplash.com/apan upen)

Berbeda dengan motor bebek atau sport, komponen vital motor matic letaknya relatif rendah. Filter udara biasanya berada di atas CVT dan sangat anti terhadap air. Jika air terhisap masuk ke ruang bakar, motor akan mengalami water hammer, yaitu kondisi di mana piston bisa pecah atau stang seher bengkok. Selain itu, jika air masuk ke bak CVT, sabuk v-belt akan selip dan motor kehilangan tenaga meski mesin menyala.

3. Pakailah teknik "gas konstan"

Ilustrasi mengendarai motor.
Ilustrasi mengendarai motor saat hujan. (unsplash.com/Dominic Kurniawan Syahputra)

Jika genangan masih di bawah batas aman dan kamu terpaksa lewat, jangan sekali-kali memainkan tuas gas (buka-tutup). Tarik gas secara perlahan dan jaga agar putaran mesin tetap konstan. Hal ini bertujuan agar tekanan gas buang dari knalpot bisa menahan air agar tidak masuk ke dalam mesin. Jangan terlalu ngebut, karena cipratan air dari kendaraan lain atau roda sendiri bisa masuk ke lubang filter udara.

4. Jika mogok, jangan langsung nyalakan mesin

Warga mendorong motornya melintasi banjir di Kampung Baru, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (17/1/2026).
Warga mendorong motornya melintasi banjir di Kampung Baru, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (17/1/2026). ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/YU

Jika di tengah genangan mesin motormu tiba-tiba mati, jangan coba-coba menyalakannya kembali. Memaksa menstarter motor yang mogok di dalam air justru akan memperparah kerusakan mesin. Segera dorong motor ke tempat yang lebih tinggi atau kering, kemudian cek kondisi oli dan filter udara. Jika oli berubah warna menjadi putih seperti susu, itu tandanya air sudah bercampur dengan pelumas.

5. Masih ada bahaya tersembunyi di balik genangan...

Warga berjalan melintasi genangan air di kawasan Gunung Sahari, Jakarta, Minggu (18/1/2026).
Warga berjalan melintasi genangan air di kawasan Gunung Sahari, Jakarta, Minggu (18/1/2026). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.

Selain masalah mesin, risiko terbesar saat menerjang genangan adalah kita tidak tahu apa yang ada di bawah permukaan air. Bisa saja lubang dalam, batu berukuran besar, atau selokan yang tidak terlihat. Pastikan kamu mengikuti jalur kendaraan di depanmu yang sudah berhasil lewat, karena itu merupakan indikator jalurnya relatif rata dan aman untuk dilalui.

Nah, apa motor matic kamu pernah mogok setelah menerjang banjir? Semoga tidak terulang, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Enggan Buru-buru, Tim DVI Utamakan Ketepatan Identifikasi Korban ATR 42-500

21 Jan 2026, 10:04 WIBNews