Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Seni Cadas Prasejarah, Lukisan Tertua Ada di Sulawesi!

Penemuan seni cadas berupa cap tangan manusia berusia setidaknya 67.800 tahun di situs Leang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.
Penemuan seni cadas berupa cap tangan manusia berusia setidaknya 67.800 tahun di situs Leang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Makassar, IDN Times - Seni cadas atau lukisan gua bukan sekadar coretan kuno tanpa makna. Bagi manusia prasejarah, dinding-dinding gua yang menjadi tempat tinggal mereka ibarat sebuah kanvas bagi manusia modern. Dinding menjadi media untuk merekam jejak kehidupan, kepercayaan, hingga interaksi mereka dengan alam sekitar.

Baru-baru ini, mata dunia kembali tertuju pada Sulawesi setelah ditemukannya seni cadas tertua dalam peradaban manusia. Yuk, simak lima fakta menarik tentang seni cadas peninggalan masa lampau berikut ini!

1. Diyakini sebagai sarana komunitas anggota kelompok hingga dokumentasi peristiwa penting

Seni cadas yang berada pada dinding gua di Misool, Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Seni cadas yang berada pada dinding gua di Pulau Misool, Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat Daya. (Nugroho Arif Prabowo, Rockpainting di Misool, Raja Ampat, CC BY-SA 4.0)

Seni cadas pada masa prasejarah diyakini memiliki fungsi yang jauh lebih dari sekadar ekspresi artistik. Para arkeolog berpendapat bahwa lukisan-lukisan ini berfungsi sebagai sarana komunikasi antaranggota kelompok serta media untuk mendokumentasikan peristiwa penting dalam kehidupan mereka.

Selain sebagai catatan harian, lukisan gua juga dipercaya erat kaitannya dengan aktivitas ritual dan kepercayaan spiritual. Gambar hewan buruan atau simbol-simbol tertentu sering kali dibuat sebagai bagian dari upacara permohonan agar perburuan berhasil, atau sebagai bentuk penghormatan terhadap entitas penguasa alam.

2. Penelitian seni cadas di Indonesia dimulai pada dekade 1950-an

Seni cadas yang berada di dinding Leang Pettae, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Seni cadas yang berada di dinding Leang Pettae, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. (Cahyo Ramadhani, Hands in Pettakere Cave DYK crop, CC BY-SA 3.0)

Penelitian seni cadas di Indonesia sendiri sudah dimulai sejak 7 dekade lalu. Hal tersebut dipelopori oleh duo peneliti C.H.M. Heeren-Palm dan H.R. van Heekeren pada tahun 1950-an yang menemukan cap tangan di Gua Pettae (Leang Pettae), Kabupaten Maros. Awalnya, temuan cap tangan tersebut dianggap hanya berusia beberapa ribu tahun saja, sesuai dengan teori migrasi manusia saat itu.

Namun, seiring berkembangnya teknologi penentuan penanggalan (dating), para ahli kemudian sadar bahwa situs-situs di Sulawesi memiliki usia yang jauh lebih tua. Pergeseran paradigma ini mengubah peta sejarah dunia, menempatkan Indonesia sebagai lokasi di mana seni naratif pertama kali lahir dalam sejarah umat manusia.

3. Seni cadas berusia 51.200 tahun berada di Leang Karampuang, Kabupaten Maros

Seni cadas berusia 51.200 tahun yang ditemukan di Leang Karampuang, kawasan karst Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.
Seni cadas berusia 51.200 tahun yang ditemukan di Leang Karampuang, kawasan karst Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. (Dok. BRIN)

Dunia arkeologi internasional dikejutkan dengan publikasi di jurnal ilmiah Nature pada Juli 2024. Tim peneliti gabungan dari Griffith University, Southern Cross University, Universitas Hasanuddin dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan bahwa mereka menemukan seni cadas tertua di dunia yakni berusia setidaknya 51.200 tahun.

Seni cadas tersebut berada di dinding Leang Karampuang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Usia lukisan yang menggambarkan sosok mirip manusia sedang berinteraksi dengan seekor babi hutan ini dipastikan melalui analisis teknologi mutakhir ablatif laser seri uranium. Temuan ini mematahkan rekor sebelumnya (Leang Tedongnge, 45.500 tahun), sekaligus membuktikan bahwa manusia purba di Sulawesi sudah memiliki kemampuan berpikir kreatif dan bercerita jauh lebih awal dari perkiraan semula.

4. Seni cadas di Leang Metanduno, Kabupaten Muna, pecahkan rekor tertua

Penemuan seni cadas berupa cap tangan manusia berusia setidaknya 67.800 tahun di situs Leang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.
Penemuan seni cadas berupa cap tangan manusia berusia setidaknya 67.800 tahun di situs Leang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. (Dok. BRIN)

Rekor seni cadas tertua kembali dipecahkan pada Rabu (21/1/2026) lalu melalui publikasi artikel jurnal ilmiah Nature berjudul "Rock art from at least 67,800 years ago in Sulawesi". Temuan fenomenal ini mengungkap keberadaan seni cadas berupa cap tangan manusia yang berusia setidaknya 67.800 tahun di situs Leang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.

Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi riset jangka panjang antara BRIN dan sejumlah perguruan tinggi di Australia, serta melibatkan berbagai institusi nasional. Temuan di Pulau Muna tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat penting kajian prasejarah di kancah global.

5. Sulawesi kini menjadi "galeri" seni cadas dengan usia mencapai puluhan ribu tahun

Lukisan gua yang ditemukan di Leang Tedongnge, kawasan karst Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.
Lukisan gua yang ditemukan di Leang Tedongnge, kawasan karst Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. (Twitter.com/ResoluteReader - Maxime Aubert/Griffith University)

Sulawesi, khususnya wilayah karst Maros-Pangkep, kini diakui sebagai salah satu "galeri" seni prasejarah terbesar dan terpenting global. Ratusan gua di wilayah ini menyimpan harta karun berupa lukisan babi sulawesi, anoa, hingga stensil tangan yang kondisinya masih terjaga kendati telah berusia puluhan milenium.

Keberadaan situs-situs seni cadas tersebut menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga kelestarian gua dan pegunungan dari ancaman kerusakan lingkungan. Tak cuma menjaga ekosistem, tapi juga sebagai warisan tentang kehidupan para leluhur manusia Indonesia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest Life Sulawesi Selatan

See More

5 Fakta Seni Cadas Prasejarah, Lukisan Tertua Ada di Sulawesi!

23 Jan 2026, 13:08 WIBLife