Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Pulau di Makassar Kini Bisa Naik Pete-pete Laut Gratis
Foto udata kapal Pete-Pete (transportasi umum) Laut bersandar di Dermaga Tugu MNEK, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (8/6/2026). (ANTARA FOTO/Hasrul Said)
  • Pemerintah Kota Makassar meluncurkan layanan transportasi laut gratis bernama Pete-pete Laut untuk warga Kepulauan Sangkarrang guna mengatasi keterbatasan akses antar pulau.
  • Kapal KM Banawa Nusantara 27 beroperasi setiap Senin dengan rute Barrang Lompo, Bone Tambu, Lumu-Lumu, Langkai, dan kembali ke Barrang Lompo tanpa biaya bagi masyarakat.
  • Pemkot menekankan standar keselamatan pelayaran seperti jaket pelampung dan komunikasi kapal serta membuka peluang penambahan armada demi memenuhi kebutuhan transportasi warga kepulauan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Warga di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang kini mulai menikmati layanan transportasi laut gratis yang disiapkan Pemerintah Kota Makassar. Program bertajuk Pete-pete Laut itu resmi diperkenalkan melalui soft launching KM Banawa Nusantara 27 di Dermaga Pulau Barrang Lompo, Jumat (12/6/2026).

Layanan tersebut menjadi salah satu upaya Pemkot Makassar mengatasi keterbatasan akses transportasi yang selama ini dihadapi masyarakat kepulauan. Kapal ini akan melayani mobilitas warga antar pulau secara terjadwal tanpa dipungut biaya.

1. Pete-pete Laut gratis untuk warga kepulauan

Pemerintah Kota Makassar menjadwalkan soft launching program Pete-pete Laut pada Jumat (12/6/2026) sebagai langkah awal menghadirkan layanan transportasi laut yang lebih terjangkau dan terjadwal bagi masyarakat kepulauan. (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan kehadiran Pete-pete Laut merupakan solusi nyata atas persoalan transportasi yang selama ini menjadi hambatan bagi masyarakat Kepulauan Sangkarrang.

"Hari ini kita melakukan peluncuran awal sebuah program yang menjadi solusi bagi kondisi masyarakat Kepulauan Sangkarrang," ujar Munafri saat peresmian kapal di Dermaga Pulau Barrang Lompo.

Munafri menegaskan layanan tersebut merupakan fasilitas publik yang harus dijaga bersama oleh masyarakat. Karena itu, tidak ada biaya yang dibebankan kepada warga yang menggunakan moda transportasi laut tersebut.

"Ini bukan milik pemerintah, tetapi milik masyarakat yang difasilitasi oleh pemerintah. Karena itu setiap perjalanan kapal ini tidak dipungut biaya. Tidak ada tarif yang ditentukan. Semuanya gratis untuk masyarakat yang ada di pulau-pulau," katanya.

Menurut Munafri, akses transportasi yang memadai akan mempermudah pelajar menuju sekolah, tenaga kesehatan memberikan pelayanan, hingga mempercepat berbagai layanan publik di wilayah kepulauan.

"Saya ingin memastikan dengan hadirnya Pete-pete Laut, akses masyarakat menjadi lebih mudah. Di sisi lain, pemerintah juga bisa lebih dekat melihat dan menjangkau pulau-pulau yang kita miliki," tuturnya.

2. Layani empat pulau dengan jadwal rutin sepekan sekali

Kajian pelaksanaan Pete-pete Laut gratis di Makassar. (Dok. Dinas Perhubungan Makassar)

Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, menjelaskan Pete-pete Laut akan mulai beroperasi secara rutin setiap hari Senin. Kapal berangkat dari Pulau Barrang Lompo pukul 07.00 Wita.

Rute pelayaran meliputi Pulau Bone Tambu, Pulau Lumu-Lumu, Pulau Langkai, hingga pulau terluar sebelum kembali ke Barrang Lompo. Rute tersebut dipilih berdasarkan kesepakatan pemerintah kecamatan dan masyarakat setempat.

"Ini merupakan hasil kesepakatan bersama pemerintah kecamatan dan masyarakat. Rute tersebut dipilih karena selama ini menjadi wilayah yang masih sangat terbatas akses transportasi umumnya," kata Rheza.

Program ini diprioritaskan untuk menunjang mobilitas tenaga pendidik, tenaga kesehatan, pelajar, serta masyarakat umum di Kepulauan Sangkarrang.

"Banyak yang bertanya berapa biaya tiketnya. Sesuai arahan Bapak Wali Kota, insya Allah layanan ini gratis untuk masyarakat Kepulauan Sangkarrang," ujarnya.

3. Pemkot siapkan aspek keselamatan dan peluang penambahan armada

Foto udata kapal Pete-Pete (transportasi umum) Laut bersandar di Dermaga Tugu MNEK, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (8/6/2026). (ANTARA FOTO/Hasrul Said)

Munafri meminta seluruh standar keselamatan pelayaran dipenuhi selama operasional Pete-pete Laut berlangsung. Menurut dia, keamanan penumpang harus menjadi prioritas utama.

"Saya minta agar memperhatikan seluruh aspek pelayanan transportasi. Yang paling penting adalah aspek keamanannya. Kapal ini harus dilengkapi sarana keselamatan yang lengkap dan memadai, serta tidak boleh overload," tegasnya.

Ia juga meminta setiap penumpang mendapatkan satu jaket pelampung dan memastikan alat komunikasi kapal dapat berfungsi optimal selama perjalanan.

"Setiap penumpang harus memiliki satu life jacket. Sarana telekomunikasi kapal juga harus maksimal agar dapat berkomunikasi dengan pos-pos terdekat selama perjalanan," pesannya.

Sementara itu, Rheza menyebut kapal diawaki lima orang yang terdiri atas kapten, juru mudi, dan tiga anak buah kapal. Seluruh awak telah mengantongi sertifikat Basic Safety Training (BST), Advanced Fire Fighting (AFF), serta Security Awareness Training.

Pemkot Makassar juga membuka peluang penambahan armada di masa mendatang. Munafri menilai satu kapal belum cukup memenuhi seluruh kebutuhan transportasi masyarakat kepulauan.

"Satu kapal tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat, kita akan menghitung seluruh kebutuhan biaya dan operasional agar progres penambahan armada dapat berjalan secara berkelanjutan," ujar Munafri.

Editorial Team

Related Article