Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Viral Antrean 1 Km di SPBU Enrekang, Pertamina Bantah BBM Kritis
Tangkapan layar video antrean panjang sepeda motor di SPBU Enrekang, Sulawesi Selatan, Minggu (29/3/2026). Dok. Istimewa
  • Antrean panjang di SPBU Enrekang viral di media sosial, dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat saat arus balik yang menyebabkan lonjakan permintaan BBM.
  • Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan stok BBM di Enrekang aman dan distribusi tetap berjalan normal dengan pengawasan serta koordinasi lintas sektor.
  • Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM secara bijak di lembaga resmi, sambil memperkuat suplai dan monitoring agar pelayanan energi tetap lancar dan terkendali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Antrean panjang terjadi di salah satu SPBU di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dalan video berdurasi 18 detik yang beredar di sosial media, tampak ratusan sepeda motor mengantre untuk mengisi BBM. Sementara pemilik kendaraan berteduh di bawah pohon untuk menghindari terik panas matahari.

Dalam narasi video yang beredar antrean terjadi akibat pada Minggu 29 Maret 2026, kondisi ini diduga terjadi akibat panic buying yang dipicu oleh tertahannya kapal tanker pengangkut minyak milik Pertamina di Selat Hormuz, Iran. Warga yang berdatangan ke SPBU Enrekang menyebut antrean kendaraan bahkan mengular hingga sekitar 1 kilometer.

1. Pertamina klaim stok BBM di Enrekang masih aman

Tangkapan layar video antrean panjang sepeda motor di SPBU Enrekang, Sulawesi Selatan, Minggu (29/3/2026). Dok. Istimewa

Menanggapi hal itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengatakan, antrean yang viral di media sosial terjadi di SPBU Massemba, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Leoran.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, memastikan ketersediaan BBM di wilayah Kabupaten Enrekang dalam kondisi aman.

"Antrean yang terjadi merupakan dampak dari meningkatnya kebutuhan BBM seiring tingginya mobilitas masyarakat pada periode arus balik, khususnya dari wilayah Toraja yang melintas menuju Enrekang dan Makassar," kata Lilik Hardiyanto dalam keterangannya kepada IDN Times, Selasa (31/3/2026).

2. Sebut karena lonjakan mobilitas

Ilustrasi SPBU Pertamina/Pertamina Patra Niaga Sulawesi

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi akibat peningkatan volume kendaraan dari arus balik, termasuk pergerakan masyarakat dari Toraja yang melintasi jalur Enrekang, berdampak langsung pada lonjakan kebutuhan BBM di SPBU.

"Kondisi ini mendorong antrean lebih panjang dari biasanya, terutama di titik-titik dengan trafik tinggi," jelas Lilik.

Ia juga menyatakan bahwa, distribusi energi tetap berjalan dengan pengawasan intensif dan dukungan koordinasi lintas sektor untuk menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

“Pertamina bersama pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan pengelola SPBU terus memperkuat pengaturan di lapangan, termasuk penempatan marshall SPBU untuk membantu mengatur antrean agar tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas," ucapnya.

3. Pertamina: stok BBM aman

Ilustrasi SPBU Pertamina/Pertamina Patra Niaga Sulawesi

Sementara itu, Sales Branch Manager Sulsel II Fuel, Muhammad Ridho Hasbullah, menegaskan bahwa secara umum stok BBM di wilayah Enrekang berada dalam kondisi mencukupi dan terus disalurkan sesuai kebutuhan.

Penyaluran BBM berjalan normal dan kami memastikan pasokan tetap tersedia. Dinamika antrean yang terjadi lebih disebabkan oleh peningkatan demand selama arus balik.

"Kami juga telah mengoptimalkan suplai serta mempercepat distribusi ke SPBU untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan di lapangan,” ujar Ridho.

Pertamina juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM secara bijak sesuai kebutuhan. Pola konsumsi yang wajar akan membantu menjaga distribusi tetap merata dan menghindari kepadatan yang tidak perlu di SPBU.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk melakukan pengisian BBM di lembaga penyalur resmi guna mendapatkan produk dengan kualitas terjamin dan harga sesuai ketentuan. Apabila menemukan kendala layanan atau indikasi pelanggaran di lapangan, masyarakat dapat segera melaporkan melalui Pertamina Call Center (PCC) 135 sebagai saluran resmi pengaduan.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus memperkuat monitoring, memastikan distribusi berjalan optimal, serta mengambil langkah cepat di lapangan guna menjaga akses energi bagi masyarakat tetap lancar dan terkendali.

Editorial Team