Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pedagang Pasar Pabaeng-baeng Makassar Curhat Penjualan Tidak Stabil

Pedagang Pasar Pabaeng-baeng Makassar Curhat Penjualan Tidak Stabil
Toni, pedagang Pasar Pabaeng-baeng Makassar, Selasa (26/5/2026). (IDN Times/Asrhawi Muin)
Intinya Sih
  • Menjelang Iduladha 2026, Pasar Pabaeng-baeng Makassar tetap ramai dengan aktivitas jual beli bahan pokok meski pedagang mengeluhkan penjualan yang tidak stabil.
  • Harga cabai merah besar dan cabai keriting naik dari Rp40 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram, sementara pasokan barang masih lancar menjelang hari raya.
  • Omzet pedagang turun dibanding tahun lalu akibat daya beli masyarakat menurun, meski pasar tetap dipadati pembeli terutama pada pagi hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Makassar, IDN Times - Suasana Pasar Pabaeng-baeng, Makassar, tetap ramai menjelang Iduladha 2026. Aktivitas jual beli bahan pokok terlihat padat sejak pagi hingga sore hari. Pembeli memadati lorong pasar untuk mencari kebutuhan dapur seperti cabai, sayur, dan bumbu masakan.

Di tengah ramainya aktivitas pasar, sejumlah pedagang mengaku penjualan tahun ini belum sebaik Idul Adha tahun lalu. Toni, salah satu pedagang di Pasar Pabaeng-baeng, mengatakan kondisi penjualan masih tidak stabil dalam beberapa hari terakhir.

"Tidak stabil, kadang turun kadang naik," kata Toni kepada IDN Times, Selasa (26/5/2026).

1. Harga cabai naik sebelum Idul Adha

Tumpukan cabai merah, tomat, kentang, dan sayuran lain tersusun di lapak pedagang Pasar Pabaeng-baeng Makassar.
Komoditas cabai di Pasar Pabaeng-baeng Makassar, Selasa (26/5/2026). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Menurut Toni, cabai merah besar dan cabai keriting menjadi komoditas yang paling banyak dicari pembeli dalam sepekan terakhir. Kenaikan harga juga terjadi pada dua jenis cabai tersebut.

"Biasanya Rp40 ribu per kilo, sekarang naik jadi Rp60 ribu per kilo," katanya.

Meski harga beberapa bahan pokok naik, Toni menyebut pasokan barang dari pemasok masih lancar menjelang hari raya. Namun, kondisi pembeli dinilai berbeda dibanding tahun lalu.

"Kalau tahun ini sama tahun dulu banyak sekali bedanya. Tahun dulu bagus, tahun ini tidak bagus. Kurang," katanya.

2. Omzet pedagang turun dibanding tahun lalu

Aktivitas jual beli di Pasar Pabaeng-baeng di Kota Makassar, Jumat (21/2/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)
Aktivitas jual beli di Pasar Pabaeng-baeng di Kota Makassar, Jumat (21/2/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Penurunan daya beli masyarakat turut berdampak pada pendapatan pedagang. Toni mengaku omzet penjualan tahun ini turun cukup jauh dibanding Iduladha sebelumnya.

"Dulu bisa dapat Rp3 juta per hari, sekarang tidak dapat Rp1 juta," ucapnya.

3. Pedagang sebut pasar tetap ramai pembeli

Beragam sayuran segar seperti wortel, buncis, kubis, dan cabai dijajakan di lapak pedagang Pasar Pabaeng-baeng Makassar.
Komoditas bahan pokok di Pasar Pabaeng-baeng Makassar, Sabtu (1/3/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Pedagang lainnya, Dg Nai, mengatakan harga sejumlah komoditas seperti wortel juga mengalami perubahan harga mengikuti kebutuhan pasar. Meski begitu, kenaikannya disebut tidak terlalu signifikan.

"Bahan seperti wortel juga naik turun. Tergantung kebutuhan tapi tidak jauh," kata Dg Nai.

Dia menyebut kondisi harga yang naik turun sebenarnya biasa apalagi menjelang hari raya. Kondisi pasar sebenarnya masih ramai dipadati pembeli namun memang ada penurunan penjualan.

"Pembeli tetap ramai, apalagi kalau pagi," katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More