Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Kuliner Khas Sulsel Ini Jadi Warisan Budaya Takbenda, Ada Coto

5 Kuliner Khas Sulsel Ini Jadi Warisan Budaya Takbenda, Ada Coto
Salah satu makanan khas Sulawesi Selatan yakni coto makassar. ((Lofor), Coto Makassar-dish, CC BY 3.0)
Intinya Sih
  • Kemendikbudristek menetapkan lima kuliner khas Sulawesi Selatan sebagai Warisan Budaya Takbenda, menegaskan nilai sejarah dan budaya tinggi dari kekayaan kuliner daerah tersebut.
  • Coto Makassar, Barongko, dan Kapurung menjadi tiga makanan pertama yang diakui WBTb antara tahun 2015 hingga 2018 karena keunikan bahan serta cita rasa tradisionalnya.
  • Laha' Bete dari Sinjai dan Lawa Bale dari masyarakat Bugis melengkapi daftar WBTb terbaru, menonjolkan teknik pengasaman alami serta kearifan lokal dalam mengolah hasil laut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak hanya dikenal dengan keindahan alam dan budayanya yang megah. Ranah kuliner Sulsel juga menyimpan cita rasa autentik yang sukses memanjakan lidah siapa saja.

Saking istimewanya, sejumlah makanan tradisional dari berbagai daerah di Sulsel kini telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh Kemendikbudristek. Pengakuan ini menjadi bukti bahwa kuliner lokal tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Penasaran apa saja itu? Yuk, simak daftarnya berikut ini!

1. Coto makassar yang ikonik jadi makanan khas Sulsel pertama yang mendapat status WBTb

Coto makassar, salah satu makanan tradisional khas Sulawesi Selatan.
Coto makassar, salah satu makanan tradisional khas Sulawesi Selatan. (Rulwarih, Makassar 20251005 55, CC BY 4.0)

Siapa yang tidak kenal dengan kuliner ikonik satu ini? Coto makassar menjadi salah satu makanan khas Sulsel pertama yang meraih status WBTb pada tahun 2015, dengan nomor registrasi 201500277.

Kuliner berkuah pekat ini terbuat dari rebusan jeroan dan daging sapi yang dicampur dengan sekitar 40 macam rempah lokal (rampa patang pulo). Keunikan coto makassar terletak pada penggunaan air cucian beras dan kacang tanah goreng yang dihaluskan untuk mengentalkan kuahnya. Makanan ini paling nikmat disantap hangat-hangat bersama ketupat.

2. Si manis barongko resmi diakui menjadi Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2017

Barongko, salah satu makanan tradisional khas Sulawesi Selatan.
Barongko, salah satu makanan tradisional khas Sulawesi Selatan. (Gunarta, Barongko hendak dimakan, CC BY-SA 4.0)

Beralih ke pencuci mulut, ada barongko yang meraih status WBTb pada tahun 2017 dengan nomor registrasi 201700564. Kue tradisional khas Bugis-Makassar ini dahulu merupakan hidangan mewah yang hanya disajikan khusus untuk para raja atau bangsawan.

Barongko terbuat dari bahan dasar pisang kepok yang dihaluskan, kemudian dicampur dengan telur, santan, dan gula pasir. Adonan tersebut dibungkus rapi menggunakan daun pisang, lalu dikukus hingga matang. Memiliki tekstur yang sangat lembut dan rasa manis yang legit, barongko paling segar dinikmati setelah didinginkan di dalam kulkas.

3. Luwu Raya menyumbang kapurung yang segar dalam daftar kehormatan

Ilustrasi makanan khas Sulsel, kapurung.
Ilustrasi makanan khas Sulsel, kapurung. (Si Gam, Kapurung Luwu, CC BY-SA 4.0)

Bagi pencinta kuliner berbahan dasar sagu, kapurung tentu menjadi menu yang wajib dicoba. Makanan tradisional khas masyarakat Luwu Raya ini resmi menyandang status WBTb pada tahun 2018 dengan nomor registrasi 201800774.

Kapurung terbuat dari tepung sagu yang disiram air mendidih hingga mengental, lalu dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil. Sagu tersebut disajikan bersama kuah berbumbu dan asam segar. Hidangan ini semakin lengkap dengan campuran sayuran segar, irisan daging ayam, udang, atau potongan ikan teri.

4. Kabupaten Sinjai tak ketinggalan dengan laha' bete dengan bahan baku ikan teri

Bergeser ke Kabupaten Sinjai, terdapat kuliner unik bernama laha' bete yang resmi diakui sebagai WBTb pada tahun 2021 dengan nomor registrasi 202101435. Makanan ini mencerminkan kearifan lokal masyarakat pesisir Sinjai dalam mengolah hasil laut.

Laha' bete memanfaatkan ikan teri segar (bete) yang dibersihkan, lalu dimasak tanpa api. Ikan mentah tersebut "dimatangkan" secara alami menggunakan perasan jeruk nipis yang asam. Setelah tekstur ikan berubah, hidangan ini dicampur dengan parutan kelapa muda, irisan cabai, dan bawang merah untuk menghasilkan rasa gurih, pedas, dan segar yang berbaur menjadi satu.

5. Lawa menjadi bukti tradisi pengasaman alami dalam khazanah kuliner Sulsel

Lawa, salah satu makanan tradisional khas Sulawesi Selatan.
Lawa, salah satu makanan tradisional khas Sulawesi Selatan. (instagram.com/marlinadgmabbate)

Kuliner terbaru dari Sulsel yang masuk dalam daftar WBTb adalah lawa bale, dengan nomor registrasi 202301885 pada tahun 2023 lalu. Kuliner tradisional khas masyarakat Bugis ini memiliki kemiripan konsep dengan salad ikan segar.

Kata "lawa" merujuk pada metode pencampuran sayur atau ikan dengan kelapa, sedangkan "bale" berarti ikan. Hidangan ini menggunakan ikan laut segar berukuran kecil yang diasamkan dengan jeruk nipis atau cuka alami hingga dagingnya memutih. Ikan tersebut kemudian dicampur dengan kelapa parut sangrai dan bumbu rempah.

Nah, itulah 5 makanan khas Sulawesi Selatan telah berstatus Warisan Budaya Takbenda. Dari kelima daftar di atas, kuliner mana nih yang jadi favorit kamu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More