Munafri Mengaku Tetap di Golkar Meski Batal Maju di Musda Sulsel

- Munafri Arifuddin menegaskan tetap menjadi kader Partai Golkar meski batal maju dalam Musda DPD I Golkar Sulsel dan membantah isu akan pindah partai.
- Ia menjelaskan keberangkatannya umrah tidak terkait Musda, karena perjalanan ibadah itu sudah direncanakan sejak Januari 2026 dan sempat tertunda beberapa kali.
- Munafri menghormati hasil Musda Golkar Sulsel serta menegaskan fokusnya kini adalah menjalankan tugas sebagai Wali Kota Makassar untuk memastikan program pembangunan berjalan sesuai harapan masyarakat.
Makassar, IDN Times - Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar sekaligus Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan tetap menjadi kader Partai Golkar. Hal itu disampaikannya di tengah isu yang menyebut dirinya akan hengkang dari partai berlambang pohon beringin tersebut usai Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, Munafri sempat mengambil formulir pendaftaran bakal calon Ketua DPD I Golkar Sulsel melalui timnya. Namun, pihaknya memilih tidak mengembalikan formulir tersebut. Tim Munafri menyebut pencalonan batal dilanjutkan karena terdapat persyaratan tambahan berupa piagam dan sertifikat kepartaian yang tidak dapat dipenuhi.
Di tengah dinamika tersebut, muncul spekulasi bahwa Munafri akan meninggalkan Partai Golkar. Namun, dia membantah kabar tersebut dan menegaskan masih tetap menjadi kader Golkar.
1. Munafri pastikan tetap menjadi kader Golkar

Munafri menegaskan dirinya tidak memiliki rencana berpindah ke partai politik lain. Dia memastikan tetap menjadi kader Partai Golkar meski tidak mengikuti kontestasi Musda DPD I Golkar Sulsel.
"Saya masih tetap kader Partai Golkar. Sampai saat ini, saya masih di Golkar," kata Munafri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/7/2026).
2. Sebut umrah sudah direncanakan sejak Januari

Munafri juga meluruskan anggapan bahwa keputusannya berangkat umrah berkaitan dengan pelaksanaan Musda. Menurutnya, perjalanan ibadah tersebut telah direncanakan sejak Januari 2026 dan sempat beberapa kali tertunda.
"Rencana umrah sudah lama, hanya saja tertunda. Sekarang baru pada waktu untuk saya berangkat ibadah ke tanah suci," katanya.
Munafri juga mengungkapkan keberangkatan itu bahkan membuatnya membatalkan agenda sebagai pembicara dalam sebuah forum di Amerika Serikat. Saat ini, fokusnya adalah menyelesaikan ibadah sebelum kembali menjalankan tugas sebagai Wali Kota Makassar.
"Saat ini saya fokus menjalankan ibadah umrah dan setelah kembali akan melanjutkan tugas sebagai Wali Kota Makassar," katanya.
3. Hormati hasil Musda dan ingin fokus jalankan pemerintahan

Munafri mengatakan dirinya menghormati seluruh proses dan mekanisme yang berlangsung dalam Musda Golkar Sulsel. Dia menilai hasil Musda merupakan keputusan organisasi yang harus dihormati seluruh kader.
"Saya menghormati seluruh proses Musda dan menghargai keputusan organisasi," katanya.
Menurut Munafri, siapa pun yang terpilih memimpin DPD I Partai Golkar Sulsel harus mendapat dukungan seluruh kader. Hal itu dinilai penting untuk menjaga soliditas partai.
"Siapa pun yang terpilih nantinya adalah hasil forum resmi partai sehingga sudah menjadi kewajiban seluruh kader untuk menjaga soliditas," katanya.
Di sisi lain, Munafri menegaskan fokus utamanya saat ini adalah menjalankan amanah sebagai Wali Kota Makassar. Dia ingin memastikan program pembangunan, peningkatan pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat berjalan sesuai rencana.
"Fokus saya sekarang adalah bekerja sebagai Wali Kota Makassar, memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai harapan masyarakat," katanya.









![[CEK FAKTA] Benarkah Basri Kajang Ditangkap Terkait Korupsi di Gowa?](https://image.idntimes.com/post/20250905/upload_fc8e899744468f849856dffec892bd8b_98b1d504-1079-497e-b1d9-b55bd29e8ff4.jpeg)








