Siswi SD Tewas Tanpa Busana di Rumah Kosong, Diduga Korban Pemerkosaan

- Seorang siswi SD berusia 11 tahun ditemukan tewas tanpa busana di rumah kosong kawasan Tallo, Makassar, dengan luka sayatan dan luka pada bagian tubuh tertentu.
- Keluarga korban telah mencari sejak malam sebelumnya setelah korban tidak pulang, hingga akhirnya jenazah ditemukan oleh warga pada Rabu pagi.
- Polisi mengamankan barang bukti berupa televisi di dekat tubuh korban dan masih menunggu hasil visum serta pemeriksaan saksi untuk mengungkap pelaku.
Makassar, IDN Times - Seorang siswi sekolah dasar (SD) kelas 6 berusia 11 tahun ditemukan tewas mengenaskan di sebuah rumah kosong di Jalan Sultan Abdullah I, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Rabu (27/5/2026) pagi.
Korban diketahui berinisial NU. Ia ditemukan dalam kondisi terlentang tanpa busana dan tertutup tumpukan sampah sekitar pukul 05.00 Wita. Lokasi penemuan mayat tidak jauh dari rumah korban.
Mayat korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Kevin (22). Saat itu Kevin hendak buang air kecil di rumah kosong tersebut setelah bermain ponsel di rumah temannya.
“Saya lihat seperti tangan manusia di tumpukan sampah. Setelah saya panggil teman-teman dan dicek kembali, ternyata memang ada mayat,” kata Kevin.
1. Korban mengalami luka sayatan dan luka pada kemaluan

Kapolsek Tallo, AKP Asfada, mengatakan korban ditemukan dengan sejumlah luka di tubuhnya. Polisi menemukan luka sayatan pada pergelangan tangan kiri korban hingga terlihat tulang.
Selain itu, polisi juga menemukan luka berdarah pada bagian kemaluan korban. Saat ini aparat masih mendalami penyebab pasti kematian korban, termasuk kemungkinan adanya unsur tindak pidana.
“Korban ditemukan di dalam rumah kosong dengan kondisi mengalami luka sayatan pada lengan kiri dan terdapat luka pada bagian kemaluan. Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan,” ujar Asfada dalam keterangannya.
Ia menambahkan tim forensik masih melakukan pemeriksaan mendalam dan menunggu hasil visum dari rumah sakit. Polisi juga masih menyinkronkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan pemeriksaan terhadap tubuh korban.
“Jadi kami mohon waktu, karena hasil pemeriksaan TKP dan pemeriksaan korban masih disinkronkan. Kami juga masih menunggu hasil visum,” katanya.
2. Keluarga sempat mencari korban sejak malam

Sebelum ditemukan meninggal dunia, keluarga korban ternyata sudah mencari NU sejak Selasa malam. Ayah korban, Syarifuddin (54), mengaku terakhir melihat anaknya bermain di sekitar rumah pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 19.30 Wita.
Keluarga mulai panik setelah korban tidak kunjung pulang hingga malam hari. Pencarian kemudian dilakukan sejak sekitar pukul 22.00 Wita sampai akhirnya keluarga menerima informasi penemuan jenazah korban pada Rabu pagi.
“Orang tua korban sudah mencari anaknya sejak pukul 22.00 malam hingga pagi tadi, sampai akhirnya ada informasi penemuan jenazah,” tutur Asfada.
3. Polisi amankan barang bukti di lokasi

Dalam proses penyelidikan, polisi turut mengamankan sebuah televisi yang ditemukan berada di dekat tubuh korban. Barang tersebut kini diperiksa untuk memastikan apakah berkaitan dengan peristiwa yang menewaskan korban.
“TV itu berada di samping korban, sehingga kami amankan juga untuk didalami apakah berkaitan dengan tindak pidana atau tidak,” tandas Asfada.
Usai dilakukan olah TKP oleh Tim Identifikasi Polrestabes Makassar bersama Dokpol Polda Sulsel, jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani visum. Hingga kini polisi masih memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap pelaku dan motif kejadian.

















