Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Temui Dubes Saudi, Andi Sudirman Desak Penghentian Perang Timur Tengah

Temui Dubes Saudi, Andi Sudirman Desak Penghentian Perang Timur Tengah
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bertemu Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, di Jakarta, Rabu (11/3/2026). (Dok. Humas Pemprov Sulsel)
Intinya Sih
5W1H
  • Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bertemu Dubes Arab Saudi Faisal Abdullah Al Amoudi di Jakarta dan menyerukan penghentian perang di Timur Tengah demi mencegah eskalasi konflik.
  • Pertemuan membahas dampak perang terhadap masyarakat sipil, terutama saat Ramadan, serta pentingnya menjaga keamanan Arab Saudi yang tengah ramai oleh jemaah umrah.
  • Andi Sudirman menyoroti banyak warga Sulsel sedang beribadah di Tanah Suci dan mengajak semua pihak menyebarkan pesan damai serta mendukung penyelesaian konflik secara damai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyerukan penghentian konflik di kawasan Timur Tengah. Seruan tersebut disampaikan usai pertemuan silaturahmi dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Pertemuan berlangsung dalam suasana santai namun penuh perhatian terhadap perkembangan situasi global. Dalam kesempatan itu, kedua pihak turut membahas konflik di Timur Tengah yang saat ini menjadi perhatian dunia.

Andi Sudirman menyampaikan harapan agar semua pihak menahan diri. Peperangan yang terus berlanjut berpotensi memperluas eskalasi konflik.

"Kami melakukan kunjungan silaturahmi dengan Dubes Arab Saudi YM Faisal Abdullah Al Amoudi dan sempat membahas perang Timur Tengah. Kita pada prinsipnya meminta semua pihak agar menahan diri dan menghentikan peperangan. Eskalasi yang lebih luas dapat memberikan dampak kerugian bagi semua pihak," kata Sudirman. 

1. Konflik berdampak pada masyarakat sipil di bulan Ramadan

ilustrasi konflik timur tengah (commons.wikimedia.org/總統府)
ilustrasi konflik timur tengah (commons.wikimedia.org/總統府)

Menurut Sudirman, konflik yang berkepanjangan tidak hanya berdampak pada dinamika geopolitik, tetapi juga memicu penderitaan bagi masyarakat sipil. Situasi tersebut terasa semakin berat di tengah bulan Ramadan, saat umat Muslim menjalankan ibadah.

"Banyak saudara muslim yang tengah melaksanakan ibadah Ramadan terdampak. Ini menimbulkan kerugian materi, dampak ekonomi, serta hilangnya nyawa dari para pihak," kata Sudirman.

2. Soroti keamanan Arab Saudi saat puncak jemaah umrah

Ilustrasi jemaah umrah di Masjidil Haram, Makkah sebelum pandemik virus corona (IDN Times/Mela Hapsari)
Ilustrasi jemaah umrah di Masjidil Haram, Makkah sebelum pandemik virus corona (IDN Times/Mela Hapsari)

Dalam pertemuan tersebut, Sudirman juga menyoroti aspek keamanan di Arab Saudi. Ramadan menjadi periode dengan lonjakan kedatangan jemaah umrah, terutama di dua kota suci, Makkah dan Madinah.

"Kami juga membahas konflik serta keamanan Saudi saat ini. Ini bulan Ramadan, puncak jamaah beribadah di dua Kota Suci Makkah dan Madinah. Kami atas nama Pemerintah Provinsi Sulsel mendesak seluruh pihak dalam konflik Timur Tengah untuk menjaga keamanan Saudi Arabia," katanya.

Sudirman menilai konflik di Timur Tengah berpotensi membawa dampak luas bagi berbagai negara. Dampak tersebut dapat terasa pada sektor ekonomi maupun dinamika politik global.

"Perang Timur Tengah akan berdampak global. Semua akan merasakan secara ekonomi dan politik internal. Menahan diri dan menghentikan perang adalah solusi bersama. Harap semua pihak sampaikan pesan damai ini," katanya.

3. Banyak warga Sulsel sedang umrah di Tanah Suci

Ilustrasi Umrah (Dok. DMI)
Ilustrasi Umrah (Dok. DMI)

Sudirman juga menyebut banyak warga Sulawesi Selatan yang saat ini sedang melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci. Kondisi tersebut membuat keamanan dan kekhusyukan beribadah menjadi perhatian.

"Banyak warga kami saat ini sedang melaksanakan ibadah umrah. Kami ingin keamanan, kekhusyukan dalam beribadah, serta keselamatan mereka tetap terjaga," kata Sudirman.

Menutup pernyataannya, Sudirman mengajak berbagai elemen masyarakat ikut menyebarkan pesan perdamaian. Dia juga mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai.

"Kita semua wajib mengambil peran dalam menyebarkan pesan damai ini," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More