Makassar, IDN Times - Sebanyak 70,11 persen masyarakat di kawasan Indonesia Timur menilai penerapan hukum di Indonesia tidak adil atau kurang adil. Sementara ketidakpuasan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi juga tergolong tinggi, mencapai 65,83 persen.
Temuan ini terungkap dalam survei Suara Indonesia Timur yang dirilis Pusat Penelitian Opini Publik Universitas Hasanuddin (Unhas). Survei ini memotret dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Survei tersebut melibatkan sekitar 900 responden yang tersebar di tujuh wilayah, yakni Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Maluku, Maluku Utara, dan Papua dan berlansgung mulai 23 September sampai 9 Oktober 2026. Hasil survei pun dipaparkan oleh Kepala Pusat Penelitian Opini Publik, Demokrasi, dan Pengembangan LPPM Unhas, Prof. Imam Mujahidin Fahmid, di Hotel Unhas, Makassar, Rabu (21/10/2026).
"Yang terakhir, temuan kita yang sangat fatal dan strategis adalah 70 persen responden Indonesia Timur menilai penerapan hukum tidak adil dan kurang adil," kata Mujaidin.
