Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sulsel Targetkan Jadi Provinsi Pertama Swasembada Pangan

Sulsel Targetkan Jadi Provinsi Pertama Swasembada Pangan
Pj Gubernur Sulsel, Fadjry Djufry dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Suryadarma Hasyim, saat bertemu di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (21/1/2025). (Dok. Humas Pemprov Sulsel)
Share Article

Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memasang target menjadi provinsi pertama di Indonesia yang swasembada pangan. Hal ini disampaikan Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Fadjry Djufry. 

Dia menegaskan agar Sulsel berada pada posisi pertama soal swasembada pangan. Caranya, dengan menyediakan lahan pertanian terbanyak dari seluruh daerah di Indonesia. 

"Kita mau Sulawesi Selatan menjadi nomor satu soal swasembada pangan," kata Fadjry, dikutip dari siaran pers, Kamis (23/1/2025). 

1. Target produksi 1 juta ton gabah kering

Ilustrasi gabah. IDN Times/Istimewa
Ilustrasi gabah. IDN Times/Istimewa

Terkait target ini, pihak Pemprov Sulsel telah membahasnya dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Selasa (21/1/2025). 

Fadjry Djufry menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BBWS Pompengan Jeneberang terkait irigasi. Ini sekaligus menjadi bagian penting dari langkah Pemprov Sulsel dalam mencapai target minimal 1 juta ton gabah kering.

"Kedatangan Balai Pompengan Jeneberang ini adalah sebuah kebanggaan bagi kami, karena kami diberikan target minimal 1 juta ton gabah kering untuk Sulsel," kata Fadjry Djufry. 

2. Perlu mengoptimalikan lahan tidur

Ilustrasi lahan pertanian (IDN Times/Ayu Afria)
Ilustrasi lahan pertanian (IDN Times/Ayu Afria)

Fadjry juga menekankan perlunya mengoptimalkan lahan-lahan tidur di Sulsel. Pemprov telah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memanfaatkan lahan yang tidak terkelola. Upaya ini akan melibatkan pengawalan dari TNI-Polri hingga tingkat kecamatan.

"Lahan-lahan yang tidak dikelola oleh petani, inilah yang akan kita olah dengan bagi hasil. Nanti akan dikawal oleh TNI dan Polri sampai ke tingkat kecamatan," jelasnya. 

Fadjry pun mengajak kepada seluruh pihak terkait untuk terus bersinergi. Dengan optimalisasi irigasi, pemanfaatan lahan tidur, dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Sulawesi Selatan berharap menjadi daerah yang diandalkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Jadi kita harap komunikasi dan koordinasi kita semua ini untuk mewujudkan swasembada pangan. Apalagi Sulawesi Selatan menjadi harapan Bapak Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan," katanya. 

3. Menyiapkan jaringan irigasi yang optimal

Bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. (IDN Times/Asrhawi Muin)
Bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Suryadarma Hasyim, menyatakan pihaknya mendukung target tersebut dengan menyiapkan jaringan irigasi yang optimal. Menurutnya, sejumlah bendungan di Sulsel, seperti Bendungan Bili-bili, Parangloe, dan Pammukkulu, memerlukan perbaikan agar kapasitas penampungan air dapat dimaksimalkan.

"Akan kami perbaiki jaringan irigasinya, karena ada kekurangan dalam penampungan airnya," ungkap Suryadarma. 

Dia juga menyoroti pentingnya pengelolaan dan penyaluran air yang lebih efisien untuk mendukung kebutuhan pertanian. Bendungan Pammukkulu, yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo pada Juli 2024, menjadi salah satu fokus utama untuk optimalisasi.

"Saya cukup lama menangani irigasi ini. Ini bagaimana pengelolaan dan penyaluran sampai pada petaninya yang harus betul-betul diperbaiki," katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ashrawi Muin
Aan Pranata
Ashrawi Muin
EditorAshrawi Muin

Latest News Sulawesi Selatan

See More

ART Asal NTT Ditemukan Tewas di Perumahan Elite Makassar

28 Jun 2026, 14:05 WIBNews