ART Asal NTT Ditemukan Tewas di Perumahan Elite Makassar

- Seorang ART asal Manggarai Timur, NTT bernama Patrielen Fergosen ditemukan meninggal di kamar rumah majikannya di kawasan elit Panakkukang, Makassar pada Sabtu pagi.
- Saksi menyebut korban masih sehat malam sebelumnya dan sempat makan serta menelepon seseorang sebelum ditemukan tak bernyawa keesokan paginya.
- Pemeriksaan awal menunjukkan dugaan korban meninggal karena sakit tanpa tanda kekerasan, keluarga menolak autopsi dan jenazah akan dipulangkan ke kampung halamannya.
Makassar, IDN Times - Seorang perempuan asal Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART), ditemukan meninggal dunia di kawasan perumahan elit di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Uji Mughni, korban diketahui bernama Patrielen Fergosen (37). Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar, Sabtu (27/6/2026) pagi.
1. Korban masih sehat sehari sebelumnya

Berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat dalam kondisi sehat pada Jumat (26/6/2026) malam.
"Benar, ada laporan terkait seorang perempuan yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumah tempatnya bekerja," ujar Uji saat dikonfirmasi, Minggu (28/6/2026).
Uji menjelaskan, korban sempat makan malam bersama rekan sesama ART yang tinggal serumah dengannya. Sebelum beristirahat, korban juga disebut sempat berbicara melalui sambungan telepon dengan seseorang yang diduga memiliki hubungan dekat dengannya.
"Keesokan harinya sekitar pukul 08.10 Wita, rekan korban berupaya membangunkannya. Namun, ia mendapati tubuh Patrielen sudah dalam keadaan dingin dan tidak merespons. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemilik rumah," ujarnya.
2. Dugaan sementara korban meinggal karena sakit

Pemilik rumah bersama saksi kemudian memeriksa kondisi korban dan segera meminta bantuan medis. Tak lama berselang, ambulans datang dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Hermina Makassar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga korban meninggal dunia karena faktor kesehatan. Meski demikian, aparat masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian perempuan asal NTT tersebut.
"Kesimpulan sementara mengarah pada dugaan sakit, namun proses penyelidikan tetap kami lakukan," katanya.
3. Tidak ada tanda-tanda kekerasan

Pihak kepolisian juga telah berkomunikasi dengan keluarga korban terkait kemungkinan dilakukannya autopsi. Namun, pihak keluarga memilih menolak tindakan tersebut dan telah membuat surat pernyataan penolakan.
"Rencananya, jenazah Patrielen akan dipulangkan ke kampung halamannya di Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur," tandasnya.
Hingga saat ini, polisi menyatakan belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana. Meski begitu, penyelidikan tetap dilakukan sebagai bagian dari prosedur penanganan kasus kematian.


















