Stok Beras 570 Ribu Ton, Bulog Pastikan Pasokan Sulselbar Aman

- Stok beras Sulselbar aman hingga akhir tahun, komoditas lain cukup untuk tiga bulan ke depan
- Distribusi pangan di Luwu Raya lancar, ketersediaan stok terjaga
- Distribusi antardaerah disiapkan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan
Makassar, IDN Times - Stok beras nasional dan regional Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat (Sulselbar) dipastikan aman menjelang Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional 2026. Perum Bulog mencatat stok beras nasional berada di atas 3,2 juta ton.
Manajer Pengadaan Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Rahmatullah, menyampaikan ketersediaan beras di wilayah Sulselbar terjaga. Stok itu mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
"Kalau stok beras kami kurang lebih 570 ribu ton, jagung 9 ribu ton yang kita kuasai di 11 kantor cabang 24 kabupaten kota di Sulawesi Selatan. Itu tidak ada masalah," kata Rahmatullah usai Rapat Koordinasi Satgas Saber Pangan di Kanwil Bulog Sulselbar, Selasa (10/2/2026).
1. Stok beras Sulselbar aman hingga akhir tahun

Rahmatullah menyebut stok beras yang tersedia mencukupi hingga akhir tahun. Sementara untuk komoditas lain seperti jagung dan minyak goreng, Bulog memastikan ketersediaan aman setidaknya untuk tiga bulan ke depan.
"Kalau stok beras itu sampai akhir tahun aman. Kalau untuk komoditi lain sampai tiga bulan ke depan tidak ada masalah," katanya.
2. Distribusi pangan di Luwu Raya dipastikan lancar

Distribusi di sejumlah wilayah, termasuk Luwu Raya, dipastikan berjalan normal. Bulog mengandalkan Kantor Cabang Palopo dengan dukungan lima gudang penyimpanan untuk menjaga pasokan dan kelancaran distribusi pangan.
"Khusus Luwu Raya. Jadi, tidak ada masalah stok dan distribusi pangan aman sejauh ini. Tidak ada masalah," kata Rahmatullah.
3. Distribusi antardaerah disiapkan untuk jaga pasokan

Sementara itu, Satgas Saber Pangan memastikan harga pangan tetap terjangkau melalui pengawasan ketat terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET), Harga Pembelian Pemerintah (HPP), dan Harga Acuan Penjualan (HAP). Pengendalian harga menjadi fokus utama jelang Ramadan dan HBKN.
Distribusi pangan antardaerah juga disiapkan sebagai langkah menjaga stabilitas pasokan dan harga. Wilayah yang mengalami defisit pangan akan disuplai dari daerah surplus untuk mencegah terjadinya gejolak harga di tingkat konsumen.
"Misalnya kira-kira daerah mana yang minus produksi. Itu akan disuplai daerah yang surplus terkait masalah pangan," kata Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional, Brigadir Jenderal Polisi Hermawan.


















